TVRINews, Yogyakarta
Rendahnya harga jual cabai keriting hijau dikeluhkan banyak petani di sentra lahan tanaman sayuran Kalurahan Karangrejek, Wonosari, Yogyakarta. Saat memasuki masa panen, petani cabai harus dihadapkan pada harga jual yang jauh dari harapan.
Siti Aminah, salah seorang petani dan pemilik lahan cabai hijau keriting, mengaku per kilogram panenan cabai segar hanya dihargai Rp8.000. Menurutnya, harga jual pada musim tanam kemarau tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan harga jual pada tahun sebelumnya.
Pada musim kemarau sebelumnya, petani masih bisa menikmati harga jual cabai di kisaran belasan ribu rupiah per kilogram. Rendahnya harga jual saat ini diakui cukup memberatkan petani. Keuntungan yang diperoleh banyak tergerus akibat tingginya biaya pemeliharaan tanaman.

Biaya perawatan tanaman meningkat karena naiknya harga beberapa jenis pupuk yang digunakan. Saat musim petik tiba, petani juga harus mengeluarkan biaya tambahan, terutama untuk pembayaran tenaga petik harian agar hasil panen dapat segera dipasarkan.
Petani mengaku tidak mengetahui penyebab rendahnya harga jual cabai, mengingat cabai belum menjadi komoditas utama yang dipilih petani di wilayah tersebut.
Lahan sayuran di Kalurahan Karangrejek masih didominasi tanaman bawang merah yang saat ini juga sedang memasuki musim panen.
Petani berharap harga cabai masih dapat meningkat sehingga mampu menambah pendapatan yang diperoleh. Siti mengaku dalam satu kali panen dapat menghasilkan lebih dari satu kuintal cabai segar yang seluruhnya langsung diserap oleh pedagang maupun tengkulak.
"Harganya lebih mahal tahun kemarin. Harapannya harga bisa naik,” ujar Siti Aminah kepada tvrinews.com, Kamis, 30 Juli 2026.
Meski harus menghadapi harga jual yang rendah, petani mengaku tetap bersyukur karena produktivitas lahan saat ini tergolong baik. Tanaman cabai juga minim serangan hama sehingga dapat tumbuh dan berbuah secara maksimal.








