TVRINews, Gunungkidul
Warga Padukuhan Tahunan, Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dibuat resah dengan kemunculan kawanan monyet ekor panjang yang dalam beberapa hari terakhir memasuki kawasan permukiman.
Diduga, satwa liar tersebut turun dari kawasan Suaka Margasatwa Paliyan akibat berkurangnya ketersediaan air dan pakan alami selama musim kemarau. Kawanan monyet terlihat berkeliaran di sekitar rumah warga untuk mencari makanan dan sumber air.
Puluhan monyet tampak bergelantungan di pepohonan, memanjat atap rumah, hingga masuk ke pekarangan warga. Selain mencari air, satwa tersebut juga memakan tanaman singkong milik warga sehingga menyebabkan kerugian.
Salah seorang warga, Jumiyem, mengaku terkejut saat melihat tiga ekor monyet berusaha meminum air dari saluran pembuangan limbah kamar mandi di samping rumahnya. Merasa kasihan, ia kemudian membuka keran agar satwa tersebut dapat meminum air yang lebih bersih.
Namun, tidak lama kemudian puluhan monyet lainnya berdatangan dan memenuhi halaman rumah. Khawatir kawanan satwa itu masuk ke dalam rumah, Jumiyem bersama anak dan warga sekitar berupaya mengusir mereka.
"Saya lihat monyet masuk ke kebun, lalu turun dari pohon bambu mencari air. Awalnya hanya beberapa ekor, tetapi lama-lama bertambah banyak, sekitar 15 ekor. Baru kali ini sebanyak itu. Dulu paling hanya satu atau dua ekor. Saya khawatir kalau sampai masuk ke rumah, apalagi saat sedang sendirian," ujar Jumiyem.
Menurut warga, kemunculan kawanan monyet dalam jumlah besar merupakan kejadian pertama di wilayah tersebut. Mereka menduga satwa liar itu keluar dari habitatnya karena sumber air dan pakan di kawasan Suaka Margasatwa Paliyan mulai menipis akibat musim kemarau.
Warga berharap pemerintah bersama instansi terkait segera mengambil langkah penanganan agar konflik antara satwa liar dan manusia tidak semakin meluas. Selain itu, mereka juga meminta adanya upaya penyediaan sumber air dan pakan di kawasan konservasi selama musim kemarau sehingga kawanan monyet tidak lagi memasuki permukiman.









