TVRINews - Yogyakarta
Pemerintah dan pemangku kebijakan di Kabupaten Bantul terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan pola jemput bola.
Program ini dirancang untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama mereka yang masih enggan datang ke fasilitas layanan kesehatan untuk melakukan skrining sejak dini. Langkah ini juga ditujukan untuk menekan angka penyakit tidak menular yang kerap terlambat terdeteksi.
Anggota DPRD Bantul Fraksi Demokrat, Yuliana Tumonglo, menilai masih banyak warga yang baru memeriksakan diri ketika kondisi kesehatan sudah menurun. Karena itu, layanan jemput bola dianggap lebih efektif dalam mendorong deteksi dini.
Pelaksanaan CKG salah satunya dilakukan di Padukuhan Pucung, Kalurahan Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, di mana warga bisa langsung mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang ke puskesmas.
“Masih banyak masyarakat yang hanya datang ke fasilitas kesehatan saat sudah sakit. Melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Bantul, kami menghadirkan layanan CKG agar lebih dekat dan mudah diakses,” ujar Yuliana, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menambahkan, upaya promotif dan preventif menjadi kunci dalam menekan angka penyakit kronis, khususnya yang termasuk kategori penyakit tidak menular.
Tokoh masyarakat Suprihatin juga mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, rendahnya kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama.
“Banyak warga enggan periksa kalau tidak sakit. Dengan adanya layanan seperti ini, kami berharap masyarakat lebih sadar pentingnya skrining kesehatan,” ujarnya.
Saat ini, kasus kesehatan di Bantul masih didominasi penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Pemeriksaan dini diharapkan dapat mencegah komplikasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok usia produktif 18 hingga 59 tahun.










