TVRINews, Yogyakarta
Sebuah becak listrik milik Sutopo atau yang akrab disapa Mbah Sutopo menarik perhatian warga di Kota Yogyakarta. Kendaraan yang sehari-hari digunakan untuk mencari nafkah itu memiliki fungsi berbeda, yakni sebagai perpustakaan keliling yang membawa pesan literasi bagi masyarakat.
Becak tersebut telah disulap menjadi Becak Pustaka dengan puluhan buku yang tersusun rapi di berbagai bagian kendaraan. Penumpang maupun masyarakat yang ditemui di perjalanan dapat membaca buku secara gratis.
Inisiatif tersebut telah dilakukan Mbah Sutopo sejak 2004. Saat itu, ia masih menggunakan becak kayuh konvensional. Semangat berbagi pengetahuan tetap dipertahankan hingga kini, meski kendaraannya telah beralih menggunakan tenaga listrik.
Koleksi buku yang dibawa Mbah Sutopo didominasi berbagai bacaan, mulai dari novel hingga surat kabar terbaru yang selalu ia bawa setiap hari. Buku-buku tersebut juga terus diperbarui melalui sumbangan dari masyarakat, perpustakaan, hingga penerbit.
"Awalnya becak saya belum ada buku. Setelah saya pikir, saya punya lima buku lalu saya taruh di becak dan saya baca setiap hari. Karena masyarakat melihat saya suka membaca, akhirnya banyak yang menyumbangkan buku, baik dari perorangan maupun percetakan," ujar Sutopo.
Saat ini, sekitar 100 buku tersedia di dalam becaknya, sementara ratusan koleksi lainnya tersimpan di rumah. Puluhan tahun perjalanan Becak Pustaka menjadi bukti konsistensi Mbah Sutopo dalam memperkenalkan budaya membaca kepada masyarakat.
Menurut Mbah Sutopo, minat baca masyarakat Yogyakarta masih cukup tinggi, terutama di kalangan anak-anak. Selain itu, Becak Pustaka juga kerap dimanfaatkan para pedagang pasar yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas perpustakaan.
Di usianya yang telah mencapai 80 tahun, Mbah Sutopo masih terus menjalankan aktivitas tersebut. Ia berharap langkah sederhana yang dilakukannya dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mencintai literasi.
Bagi Mbah Sutopo, Becak Pustaka bukan sekadar kendaraan untuk bekerja, tetapi menjadi ruang kecil untuk berbagi ilmu dan menumbuhkan kebiasaan membaca di tengah masyarakat.










