TVRINews, Sleman
Pendampingan belajar dan pendidikan karakter menjadi fokus utama SD Muhammadiyah Karangharjo, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, dalam menyiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD). Upaya tersebut berkontribusi pada meningkatnya capaian akademik siswa pada Tahun Pelajaran 2025/2026.
Kepala SD Muhammadiyah Karangharjo, Hartoyo, menyampaikan hal itu usai melepas 58 siswa kelas VI yang dinyatakan lulus 100 persen.
Menurut Hartoyo, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah membentuk karakter dan kepribadian peserta didik agar siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian nilai akademik, melainkan juga dari kemampuan sekolah dalam membentuk karakter peserta didik agar siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Pada tahun pelajaran ini, hasil TKA dan TKAD menunjukkan capaian yang memuaskan. Nilai peserta didik tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu prestasi terbaik diraih siswi Tara Zalyka Alesha yang memperoleh nilai tertinggi dengan total 283,33. Nilai tersebut terdiri atas Matematika 93,33, Bahasa Indonesia 93,33, dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) 96,67.
Tara mengungkapkan keberhasilannya diperoleh melalui kebiasaan belajar disiplin dan rutin mengerjakan latihan soal.
“Kalau untuk IPAS lebih banyak memahami materi. Sementara untuk Matematika dan Bahasa Indonesia, saya lebih banyak berlatih mengerjakan soal. Belajarnya tentu di sekolah yang terbaik,” ujar Tara sambil tersenyum.
Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting dalam pencapaian tersebut. Wali murid Tara, Novi Tri Lestari, mengatakan putrinya dibiasakan belajar secara konsisten dengan memperbanyak latihan soal.
“Untuk Matematika, saya lebih sering meminta anak mengerjakan berbagai latihan soal. Intinya adalah membiasakan belajar secara rutin dan disiplin,” katanya.
Hartoyo berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah yang tetap mengedepankan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan.
“Harapan kami, jika melanjutkan ke sekolah berbasis keagamaan, pendidikan karakter dan nilai-nilai religius yang telah ditanamkan selama di SD dapat terus dikembangkan pada jenjang sekolah menengah pertama,” ujarnya.
Pelepasan siswa kelas VI tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar di sekolah dasar, tetapi juga menjadi refleksi keberhasilan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendidik generasi penerus bangsa. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting untuk mencetak peserta didik yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.










