TVRINews, Yogyakarta
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyiapkan pasokan 9,3 juta liter avtur untuk mendukung kelancaran penerbangan jemaah haji tahun 2026 melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah.
Kedua bandara tersebut menjadi pintu keberangkatan dan kepulangan jemaah haji asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Fase keberangkatan berlangsung pada 20 April hingga 22 Mei 2026, sementara pemulangan jemaah dilaksanakan pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan kebutuhan avtur tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan haji sebelumnya.
"Total penyaluran avtur mencapai 9,3 juta liter atau meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan periode haji tahun 2025. Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah jemaah haji serta meningkatnya kebutuhan penerbangan," ujar Taufiq.
Menurutnya, pasokan tersebut digunakan untuk mendukung 208 penerbangan haji, terdiri atas 106 penerbangan pada tahap keberangkatan dan 102 penerbangan saat kepulangan jemaah.
Dalam mendukung operasional penerbangan haji, Pertamina melibatkan 123 personel yang bertugas memastikan ketersediaan stok, menjaga kualitas bahan bakar, hingga menjamin proses pengisian avtur berjalan sesuai standar keselamatan penerbangan.
Taufiq menegaskan, kesiapan energi menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran perjalanan ibadah haji.
"Kami memastikan seluruh proses penyediaan dan penyaluran avtur berjalan dengan standar keselamatan dan keamanan yang berlaku, sehingga operasional penerbangan haji dapat berlangsung aman dan lancar," katanya.
Kelancaran distribusi avtur juga didukung oleh sinergi antara Pertamina, pengelola bandara, maskapai penerbangan, serta berbagai pihak terkait. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam memastikan keberangkatan hingga kepulangan jemaah haji berjalan tanpa kendala pasokan bahan bakar.










