TVRINews, Yogyakarta
Ratusan pengemudi ojek online (ojol) mengikuti program cek kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta di Graha Balaikota Yogyakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan gigi, hingga konsultasi kesehatan. Para pengemudi cukup membawa kartu identitas dan mengisi data diri untuk mengikuti layanan tersebut.
Program deteksi dini gangguan kesehatan ini dinilai penting karena pengemudi ojol memiliki risiko gangguan kesehatan yang cukup tinggi akibat paparan cuaca, pola makan tidak teratur, serta jam kerja panjang dan tidak menentu saat bekerja di jalan.
Melalui pemeriksaan tersebut, para pengemudi diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya sehingga tetap bisa beraktivitas secara maksimal. Jika ditemukan gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut, peserta akan dirujuk ke fasilitas kesehatan masing-masing, seperti puskesmas, karena telah terlindungi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk seluruh pengemudi ojol di DIY tanpa memandang asal daerah, baik dari Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, Kota Yogyakarta, maupun luar DIY.
Menurutnya, banyak pengemudi ojol yang kurang memperhatikan kondisi kesehatannya karena kesibukan bekerja di jalan.
“Biar mereka tahu apakah kolesterolnya tinggi, gula darahnya tinggi, asam uratnya tinggi, atau tensinya tinggi. Mereka sering makan di jalan dengan pola yang tidak terencana, sehingga pemeriksaan ini penting agar mereka memiliki rekam medis dan mengetahui kondisi kesehatannya,” ujar Hasto.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menjelaskan kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan kanker terus mengalami peningkatan.
Karena itu, deteksi dini dinilai penting agar penyakit dapat ditangani lebih cepat dan hasil pengobatan menjadi lebih baik. Program cek kesehatan gratis tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang dilaksanakan di seluruh puskesmas di Indonesia, termasuk di Kota Yogyakarta.
Salah satu pengemudi ojol, Ali, mengaku senang dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. Menurutnya, pekerjaan di jalan memiliki banyak risiko sehingga pemeriksaan kesehatan sangat membantu pengemudi untuk mengetahui kondisi tubuh mereka.
Ali mengaku menjalani pemeriksaan tensi, gula darah sewaktu (GDS), pemeriksaan gigi, dan konsultasi kesehatan dengan hasil normal. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala agar para pengemudi ojol semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan.
Ke depan, program cek kesehatan gratis ini akan terus dilakukan secara berkala dengan sasaran komunitas yang lebih luas. Pemerintah berharap upaya tersebut mampu meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat dari berbagai lapisan dan kelompok profesi.










