TVRINews, Sleman
Pemakaian air bersih di wilayah jangkauan Organisasi Pengelola dan Pemakai Air (OPPA), Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, melonjak signifikan. Saat musim penghujan, pemakaian air berkisar 10 hingga 12 meter kubik per kepala keluarga (KK), sedangkan pada puncak musim kemarau seperti saat ini mencapai 20 meter kubik per KK.
Kondisi tersebut terjadi karena masyarakat pelanggan harus berbagi air bersih untuk memenuhi kebutuhan hewan ternak dan tanaman di sekitar rumah. Ketua Organisasi Pengelola dan Pemakai Air (OPPA) Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Giyatno, menyebutkan langkah penanganan saat musim kemarau dilakukan mulai dari pemberlakuan skema giliran penyaluran air hingga perbaikan pipa yang mengalami kebocoran.
“Di musim kemarau ini kami banyak kegiatan dalam pembagian air, supaya masyarakat yang jauh jangkauannya dari jaringan utama itu juga kebagian air,” ujar Giyatno, Rabu, 16 September 2026.
Dengan debit air sebesar 16,3 liter per detik, pasokan air bersih saat ini dapat menjangkau 14 dusun di wilayah setempat. Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian, terutama selama puncak musim kemarau untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi seluruh pelanggan.










