TVRINews - Yogyakarta
Yogyakarta menjadi tuan rumah Konferensi Kakao Internasional ke-9 yang digelar untuk memperkuat ekosistem kakao nasional sekaligus mendorong produk cokelat Indonesia bersaing di pasar global. Kegiatan ini mempertemukan petani, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah guna memperluas jejaring serta meningkatkan kualitas industri dari hulu hingga hilir.
Salah satu petani kakao asal Gunungkidul, Bani, menilai konferensi tersebut memberi semangat baru bagi para petani untuk meningkatkan budidaya, mutu biji, hingga pengembangan produk olahan.
"Konferensi ini menimbulkan motivasi untuk kembali menggerakkan, mengaktfikan, menstabilkan. Pertama di budidayanya untuk support produksi, yang kedua di pasca panen untuk menampilkan mutu biji kakao, yang ketiga saya banyak mengerti tentang produk olahnya, ini satu gambaran yang harus diketahui banyak orang, artinya banyak lapisan. Petani paling bawah seperti saya pun harus mengetahui untuk ita bisa menyesuaikan kebutuhan yang sebenrnya sangat tinggi prospeknya dan sangat nilai ekonomisnya, nilai edukasinya, dan nilai kestabilan berkelanjutanya," ujar Bani.
Konferensi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan ekspor, tetapi juga membangun industri kakao secara menyeluruh melalui peningkatan kualitas hasil panen, penguatan sektor pengolahan, serta pengembangan merek cokelat lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Pemilik Cokelat Ndalem, Wednes Aria Yuda, menilai ajang internasional ini menjadi kesempatan memperkenalkan cokelat olahan Indonesia kepada pelaku industri dunia.
"Ini kan konferensi internasional yang banyak sekali stakeholder dari kakao dan cokelat di seluruh dunia, Indonesia itu penghasil kakao yang besar, tapi kita lebih banyak dikenal sebagi penghasil biji mentah saja bukan produk akhir dengan membawa produk Indonesia atau Yogyakarta di level ini, mudah-mudahan kita bisa dikenal lebih banyak sebagai penghasil cokelat olahan yang enak juga, dengan meningkatnya itu harapan kta akhirnya nanti juga petani akan sejahtera dengan harga beli yang lebih baik," kata Wednes.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Konferensi Kakao Internasional ke-9 diharapkan menjadi momentum kebangkitan kakao lokal, khususnya di Yogyakarta. Upaya ini juga ditujukan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kakao sekaligus penghasil cokelat olahan berkualitas di tingkat dunia.










