TVRINews, Yogyakarta
Pameran Pendidikan Tinggi Eropa atau European Higher Education Fair (EHEF) 2026 kembali digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membuka peluang studi internasional bagi generasi muda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Memasuki penyelenggaraan ketujuh di Kota Pelajar, kegiatan yang diselenggarakan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia ini mempertemukan calon mahasiswa dengan perwakilan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa.
Para pengunjung, baik siswa SMA, mahasiswa, hingga orang tua, dapat menggali informasi lebih lanjut mengenai program studi, beasiswa, serta persiapan melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Kehadiran pameran ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pilihan pendidikan internasional sekaligus membuka wawasan mengenai pengalaman akademik dan penelitian di berbagai negara Eropa.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Profesor Wening Udasmoro menyambut penyelenggaraan EHEF sebagai sarana bagi mahasiswa dan calon mahasiswa untuk mengeksplorasi kesempatan pendidikan tinggi di Eropa. Kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama akademik dan penelitian antarperguruan tinggi.
“Kesempatan ini, karena perguruan tingginya berada di luar negeri, ini kita memberikan kesempatan juga pada calon-calon mahasiswa yang ada di Jogja. Mereka luar biasa, pintar-pintar, dan mempunyai pandangan ke depan serta perspektif yang sangat luas. Maka, kita dukung untuk membukakan jalan agar mereka mampu atau bisa meraih cita-cita mereka,” ujar Profesor Wening pada Kamis 5 November 2026.
Penyelenggaraan EHEF juga mendapat dukungan Pemerintah Daerah DIY. Pertemuan antara institusi pendidikan Eropa dan masyarakat Yogyakarta dinilai dapat memperluas akses informasi pendidikan sekaligus memperkuat hubungan internasional di bidang akademik.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DIY, Ghofar Ismail menilai Yogyakarta memiliki potensi sebagai pusat pendidikan yang terhubung dengan komunitas akademik internasional. Pameran ini diharapkan dapat memperluas wawasan generasi muda dan memperkuat kerja sama pendidikan antara Yogyakarta dan Eropa.
“Kita memberikan informasi-informasi yang sekiranya dibutuhkan untuk mengejar cita-cita masing-masing. Sebetulnya, kita di Pemda mempunyai beberapa sister province , provinsi atau kota kembar dengan Yogyakarta. Nah, ini juga memberikan kesempatan kepada pemuda kita untuk bisa menimba ilmu di negara mitra tersebut,” kata Ghofar Ismail.
Penyelenggaraan EHEF diperkirakan menarik ribuan pengunjung, dengan jumlah yang terus meningkat setiap tahun. Antusiasme tersebut menjadi gambaran besarnya minat masyarakat untuk mengenal peluang pendidikan tinggi di Eropa.
Melalui pameran ini, generasi muda DIY diharapkan semakin memiliki akses informasi dan bekal untuk merencanakan pendidikan di tingkat internasional sesuai minat dan cita-cita.









