TVRINews, Yogyakarta
Festival Teater Remaja Nusantara (FTRN) 2026 kembali digelar di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta setelah sempat vakum selama beberapa tahun akibat pandemi Covid-19. Festival yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teater, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta ini diikuti 10 kelompok teater pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung tema "Ruang Pertemuan dan Merawat Keberagaman", FTRN 2026 menghadirkan konsep berbasis ekologi sebagai upaya mengintegrasikan seni pertunjukan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui konsep tersebut, penyelenggara ingin menunjukkan bahwa kegiatan seni dapat berlangsung selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Kembalinya festival ini menjadi momentum bagi para pelajar untuk kembali berkumpul, menampilkan karya, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring antarkelompok teater dari berbagai daerah di Indonesia.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, FTRN 2026 menerapkan berbagai prinsip ramah lingkungan dalam setiap rangkaian kegiatan. Panitia mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta memanfaatkan bahan-bahan daur ulang untuk kebutuhan artistik dan properti panggung. Selain itu, proses produksi pertunjukan juga dirancang untuk meminimalkan limbah sehingga tidak meninggalkan sampah dalam jumlah besar setelah festival berakhir.
Ketua Panitia FTRN 2026, Dinda Afrillia, mengatakan konsep ramah lingkungan menjadi ciri khas penyelenggaraan festival tahun ini.
"Yang menjadi pembeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya adalah kami mengangkat konsep ramah lingkungan. Festival ini menghadirkan berbagai upaya untuk mengurangi penggunaan plastik, termasuk membuat properti artistik dari bahan-bahan bekas dan material yang dapat dimanfaatkan kembali," ujar Dinda Afrillia dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia berharap konsep tersebut dapat menjadi inspirasi bahwa seni pertunjukan tidak hanya menghadirkan kreativitas, tetapi juga mampu membangun kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Pada pembukaan festival, seluruh peserta terlibat dalam pertunjukan teatrikal bertajuk "Ritual Menanam Tunas"sebagai simbol harapan, keberlanjutan, dan komitmen merawat bumi. Pertunjukan kolaboratif tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan Festival Teater Remaja Nusantara 2026.
Selain menjadi ajang unjuk kreativitas, FTRN 2026 juga diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan, mempererat persahabatan, serta memperluas kolaborasi seni di kalangan pelajar, mahasiswa, dan sivitas akademika ISI Yogyakarta.
Melalui penyelenggaraan festival ini, semangat berkesenian tidak hanya diwujudkan melalui kualitas pertunjukan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan. Penyelenggara berharap konsep seni berbasis ekologi yang diterapkan dalam FTRN 2026 dapat menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan seni lainnya di masa mendatang.









