TVRINews, Kulon Progo
Bertempat di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dilakukan secara simbolis kepada 26 gabungan kelompok tani (gapoktan) dan kelompok tani (poktan) dari delapan kapanewon di Kabupaten Kulon Progo.
Bantuan senilai Rp4 miliar yang berasal dari jalur aspirasi Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, tersebut meliputi delapan unit traktor roda empat, 18 unit traktor roda dua rotary, 10 unit rice transplanter, serta enam unit pompa air pertanian.
Bantuan alsintan ini diberikan untuk mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus membantu petani dalam menghadapi persoalan kekeringan.
Dengan tersedianya alsintan, proses persiapan dan pengolahan lahan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat waktu. Dengan demikian, musim tanam tidak mengalami keterlambatan sehingga hasil produksi pertanian dapat meningkat.
Selain menerima bantuan alsintan, para petani juga akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan terkait pengoperasian mesin pertanian, khususnya traktor roda empat.
Sutarman, salah seorang penerima bantuan traktor roda empat, mengaku bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh para petani di wilayahnya. Menurutnya, keterbatasan jumlah traktor selama ini membuat petani harus mendatangkan alat dari wilayah lain untuk mengolah lahan.
“Bantuan ini sangat dibutuhkan di tempat kami. Di wilayah kami terdapat lahan pasir maupun lahan sawah yang digunakan untuk persiapan tanam padi. Selama ini jumlah traktor masih sangat minim, sehingga kami harus mendatangkan traktor dari kapanewon lain. Kami sebagai kelompok tani sangat berterima kasih karena bantuan ini memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Sutarman.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Drajat Purbadi, mengatakan alsintan memiliki peran penting dalam mendorong modernisasi sektor pertanian.
Menurutnya, ketersediaan traktor roda empat maupun roda dua dapat mempercepat proses pengolahan tanah sehingga jadwal tanam dapat dilakukan sesuai rencana.
“Dengan adanya bantuan alsintan, proses pengolahan tanah dapat dilakukan lebih cepat sehingga penanaman bisa dilaksanakan sesuai jadwal. Jika alsintan terbatas, pengolahan lahan dapat terlambat dan berdampak pada jadwal tanam,” ujar Drajat Purbadi.
Selain alsintan, bantuan juga menyasar sektor peternakan, perikanan, dan kehutanan. Bantuan tersebut antara lain berupa paket ayam petelur Merah Putih, paket budidaya ikan dengan sistem kolam bioflok, mesin perahu motor tempel, bantuan persemaian pohon, hingga program ternak kambing.
Dukungan juga diberikan melalui pembangunan jalan usaha tani serta rehabilitasi saluran irigasi.
Melalui berbagai bantuan tersebut, produktivitas petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha di sektor terkait diharapkan dapat meningkat. Pada akhirnya, peningkatan produktivitas tersebut mampu mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kulon Progo.










