TVRINews, Yogyakarta
Perum Bulog meluncurkan kemasan baru beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan identitas “Beras Kita” di Balai Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (20/10/2026). Peluncuran ini menjadi langkah Bulog memperkuat pengenalan produk beras pemerintah sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan pangan dengan harga terjangkau.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan peluncuran Beras Kita disertai penambahan alokasi beras SPHP untuk memastikan pasokan tetap tersedia di tengah potensi tantangan iklim dan musim paceklik.
Menurut Ahmad Rizal, pemerintah kembali menambah alokasi satu juta ton beras SPHP yang akan disalurkan hingga Maret 2027. Penambahan ini dilakukan setelah alokasi sebelumnya sebanyak 828 ribu ton tersalurkan.
“Beras Kita sesuai dengan yang diperintahkan Pak Presiden kemarin. Jadi, ditambah Beras Kita yang kemarin 828 ribu ton itu sudah habis, yang untuk SPHP yang lalu. Ini ditambah lagi. Perintah Kepala Seskab dan Kortas kemarin, ditambah satu juta ton lagi untuk Beras Kita sampai bulan Maret 2027,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Ia menjelaskan, penambahan pasokan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi El Nino dan musim paceklik yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan. Pemerintah berharap masyarakat tetap dapat mengakses beras dengan harga terjangkau, selain melalui program bantuan pangan.
“Ini adalah antisipasi pemerintah untuk mengantisipasi El Nino dan paceklik. Selain bantuan pangan, juga ada Beras Kita, sehingga masyarakat bisa membeli dengan harga yang murah,” tambahnya.
Perkuat Identitas Beras Pemerintah
Selain penambahan alokasi, peluncuran Beras Kita juga menghadirkan identitas visual baru pada kemasan beras SPHP. Nama Beras Kita merupakan singkatan dari Beras Keluarga Indonesia Sejahtera, yang mencerminkan upaya menyediakan pangan pokok bagi masyarakat.
Desain kemasan menampilkan hamparan sawah menguning, sosok petani, latar pegunungan, dan langit biru. Unsur tersebut menggambarkan kekayaan pertanian Indonesia sekaligus peran petani dalam menopang ketahanan pangan nasional.
Ornamen merah putih turut memperkuat identitas nasional pada kemasan, sekaligus menjadi simbol penghargaan terhadap para petani sebagai bagian penting dari rantai pasok pangan Indonesia.
Peluncuran ini juga bertepatan dengan momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui identitas baru tersebut, Bulog berharap beras SPHP semakin mudah dikenali dan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Jaga Pasokan dan Harga Beras
Beras SPHP merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus membantu mengendalikan harga di pasar. Melalui program ini, masyarakat diharapkan memperoleh akses terhadap beras dengan harga yang terjangkau.
Selain menyalurkan beras SPHP, Bulog menjalankan penugasan pemerintah untuk menyerap hasil panen petani dan mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan peluncuran Beras Kita dan penambahan alokasi SPHP, Bulog berharap distribusi beras pemerintah tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi gangguan produksi akibat kondisi iklim.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan, melindungi daya beli masyarakat, dan mendukung terwujudnya kemandirian pangan Indonesia.








