TVRINews, Yogyakarta
Kawasan Malioboro di Kota Yogyakarta mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan selama masa libur sekolah.
UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta mencatat sebanyak 288 ribu wisatawan mengunjungi kawasan tersebut pada periode 30 Juni hingga 5 Juli 2026.
Berdasarkan data tersebut, rata-rata jumlah kunjungan mencapai sekitar 40 ribu orang per hari.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, mengatakan angka tersebut diperoleh melalui penghitungan manual yang dilakukan petugas di sejumlah titik masuk kawasan Malioboro.
Penghitungan dilakukan di pintu masuk sisi utara dan selatan Malioboro serta dua jalan penghubung di sisi timur dan barat.
Adapun titik yang paling banyak dipadati wisatawan berada di kawasan pedestrian depan Malioboro Plaza, Pasar Beringharjo, dan kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Fitria mengatakan jumlah pengunjung yang tercatat kemungkinan masih lebih rendah dibandingkan jumlah wisatawan yang sebenarnya karena metode penghitungan belum mencakup seluruh akses masuk ke kawasan Malioboro.
"Kami menggunakan metode penghitungan manual yang sangat memungkinkan jumlah pengunjung sebenarnya lebih besar. Yang kami hitung berasal dari pintu masuk Malioboro sisi utara dan selatan serta dua jalan sirip di sisi timur dan barat. Sementara wisatawan yang datang menggunakan transportasi umum, kendaraan daring yang langsung menurunkan penumpang di lokasi tujuan, maupun yang masuk melalui akses lain belum seluruhnya terhitung. Karena itu, jumlah pengunjung sebenarnya bisa dua hingga tiga kali lipat dari data yang kami catat," ujar Fitria.
Selama libur sekolah, pengunjung Malioboro didominasi rombongan keluarga. Selain berwisata, sebagian di antaranya datang untuk mengantar anggota keluarga yang akan melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta.
Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung, pengelola kawasan menambah sejumlah fasilitas umum, seperti toilet portabel di Jalan Perwakilan dan Teras Malioboro. Frekuensi pembersihan kawasan juga ditingkatkan untuk menjaga kebersihan selama masa liburan.
Selain itu, petugas melakukan pengawasan terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan memberikan teguran kepada pengunjung yang merokok di area yang dilarang.
UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan masih akan meningkat hingga masa libur sekolah berakhir pada pertengahan Juli 2026.
Selain wisatawan keluarga, kawasan Malioboro juga ramai dikunjungi pelajar yang mengikuti kegiatan studi tur dari berbagai daerah di Indonesia.










