TVRINews, Yogyakarta
Komunitas Jogja Menyapa menggelar edukasi literasi digital. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan anggota komunitas dan menjadi wadah diskusi mengenai pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami dampak negatif penyebaran hoaks yang dapat memicu keresahan, perpecahan di tengah masyarakat, hingga mengganggu kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ketua Komunitas Jogja Menyapa, Tomy Samudra, mengatakan bahwa media sosial memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, menurutnya, pemanfaatan media sosial harus diimbangi dengan sikap bijak karena masih banyak informasi yang tidak benar atau hoaks yang disebarkan tanpa tanggung jawab sehingga berpotensi menimbulkan kegaduhan.

"Bersama Polda DIY, kami mendeklarasikan bahwa sebagai pegiat media sosial, kami berkomitmen untuk menangkal hoaks. Saat ini banyak sekali informasi yang beredar di media sosial merupakan hoaks. Karena itu, kami berusaha mengedukasi masyarakat sekaligus menangkal penyebaran berita-berita yang tidak benar," ujar Tomy, dikutip Rabu, 22 Juli 2026.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diimbau untuk lebih teliti dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi di ruang digital.
Setiap pengguna media sosial diharapkan mampu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima sebelum membagikannya kepada orang lain.
Melalui edukasi literasi digital ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menggunakan media sosial secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mencegah serta menangkal penyebaran berita bohong demi terciptanya ruang digital yang sehat, aman, dan kondusif.










