TVRINews, Yogyakarta
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana memperluas penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non tunai ke sejumlah titik objek wisata.
Kebijakan tersebut dilakukan setelah penerapan pembayaran digital di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron Utama dinilai berjalan baik dan menjadi percontohan awal penerapan transaksi non tunai di kawasan wisata Gunungkidul.
Rencana penambahan titik pembayaran non tunai akan dilakukan mulai semester kedua tahun ini. Pemerintah daerah memperkirakan terdapat empat hingga lima titik TPR wisata yang akan menerapkan sistem serupa hingga akhir tahun.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul, Yohanes Nanang Putranto, mengatakan penentuan lokasi baru masih dalam tahap pembahasan internal.
"Dari hasil evaluasi penerapan di TPR Baron Utama, banyak hal positif yang sudah kami dapatkan. Karena itu, sistem ini akan kami coba terapkan di beberapa TPR lain pada semester kedua," ujar Yohanes Nanang Putranto.
Menurut Yohanes, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum penerapan dilakukan, terutama ketersediaan jaringan listrik dan akses komunikasi di lokasi retribusi.
Ia menyebut, sejak diberlakukan secara penuh pada 12 Mei lalu, pembayaran non tunai di TPR Baron Utama berjalan dengan baik. Lebih dari 90 persen wisatawan disebut telah mampu menggunakan layanan pembayaran digital tersebut.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap perluasan sistem pembayaran non tunai dapat meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi wisata sekaligus meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah.
Selain itu, sosialisasi kepada wisatawan dan pengelola wisata akan terus dilakukan agar penerapan sistem digital di sejumlah titik baru dapat berjalan optimal.
Mulai 12 Mei 2026, seluruh wisatawan yang memasuki kawasan wisata melalui TPR Baron Utama diwajibkan melakukan pembayaran retribusi secara digital dan tidak lagi menggunakan transaksi tunai.









