TVRINews, Yogyakarta
Puluhan Koperasi Unit Desa (KUD) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih aktif menjalankan fungsi kelembagaan dan siap bersinergi dengan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hal itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional yang diperingati setiap 12 Juli.
Bendahara Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Mataram, Suwaldi, mengatakan sebanyak 60 KUD di DIY hingga kini masih beroperasi. Salah satu indikator keaktifannya terlihat dari pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), yang telah dilaksanakan sekitar 75 persen KUD hingga pertengahan tahun ini.
Selain menjalankan tata kelola organisasi, KUD juga terus memberikan berbagai layanan kepada masyarakat.

Menurut Suwaldi, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi program pemerintah tidak seharusnya dipandang sebagai pesaing KUD. Sebaliknya, kedua lembaga koperasi tersebut diharapkan dapat saling mendukung dalam memperkuat perekonomian desa.
"Sekarang ada KDMP yang juga merupakan program pemerintah. Mestinya bisa berjalan bersama dan beriringan sehingga dapat saling bekerja sama. Jangan sampai justru muncul persaingan yang tidak sehat," ujar Suwaldi.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) DIY, Syahbenol Hasibuan. Ia menilai secara prinsip KDMP memiliki karakter yang hampir sama dengan KUD karena sama-sama bertujuan memberdayakan masyarakat melalui penguatan ekonomi desa.
"Sebenarnya Koperasi Desa Merah Putih itu identik dengan KUD. Hanya saja berbeda zaman dan istilah. Namun, karakternya hampir sama, yaitu memberdayakan masyarakat dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi,"ungkap Syahbenol Hasibuan.
Seiring perkembangan zaman, KUD juga terus bertransformasi. Jika pada masa awal berdirinya lebih berfokus pada sektor pertanian dan perkebunan, kini layanan KUD semakin beragam, mulai dari pembayaran tagihan listrik, penyediaan kebutuhan rumah tangga dan alat tulis kantor, hingga distribusi gas elpiji.
Melalui pengembangan layanan tersebut, KUD di DIY diharapkan tetap menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat di tengah hadirnya berbagai program koperasi baru dari pemerintah.










