TVRINews, Yogyakarta
Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul mencatat daya tampung peserta didik baru jenjang Sekolah Dasar (SD) pada tahun ajaran 2026/2027 belum terisi secara optimal. Dari total 13.804 kursi yang disediakan, baru 6.730 kursi atau kurang dari 50 persen yang terisi.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Gunungkidul, Asbani, mengatakan sebagian besar sekolah dasar di wilayahnya belum mampu memenuhi kuota rombongan belajar (rombel) yang ditetapkan sebanyak 28 siswa per kelas. Dari ratusan sekolah yang ada, hanya 36 sekolah yang berhasil memenuhi kuota tersebut.
*"Dalam beberapa tahun terakhir, daya tampung penerimaan murid baru di jenjang SD memang cenderung tidak terpenuhi karena jumlah anak usia sekolah terus menurun,"* ujar Asbani.
Ia menjelaskan, penurunan jumlah peserta didik terjadi hampir di seluruh wilayah Gunungkidul, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Bahkan, terdapat satu sekolah dasar di wilayah Wonosari yang hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran ini.
*"Dari total 463 SD negeri dan swasta di Gunungkidul, terdapat 13 sekolah yang sama sekali tidak memperoleh peserta didik baru,"* katanya.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Gunungkidul masih melakukan pemetaan dan evaluasi sebelum menentukan langkah penataan sekolah maupun kebijakan lain terkait kondisi tersebut. Pemerintah daerah memastikan layanan pendidikan tetap berjalan optimal bagi seluruh peserta didik.
Di tengah tren penurunan jumlah siswa, kondisi berbeda terjadi di SD Negeri Kepek II, Kapanewon Saptosari. Sekolah tersebut berhasil memenuhi kuota rombongan belajar kelas I dengan menerima 28 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Kepala SD Negeri Kepek II Saptosari, Winarto, mengatakan jumlah peserta didik baru di sekolahnya terus meningkat dalam empat tahun terakhir.
*"Alhamdulillah, jumlah siswa baru terus bertambah. Tahun ini kuota 28 siswa dapat terpenuhi,"* ujar Winarto.
Selain sekolah negeri, fenomena kekurangan peserta didik juga dialami sejumlah sekolah dasar swasta. Saat ini, Kabupaten Gunungkidul memiliki 463 sekolah dasar yang terdiri atas 401 SD negeri dan 62 SD swasta.










