TVRINews, Yogyakarta
Sebanyak 10 mahasiswa peserta Program Belajar Bersama Maestro (BBM) 2026 menggelar pameran bersama di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah, setelah menjalani proses pembelajaran dan nyantrikbersama maestro seni lukis I Gusti Nengah Nurata selama tiga minggu.
Pameran bertajuk “Alam dan Lingkungan Hidup” ini menampilkan 20 karya seni lukis dengan pendekatan realis. Karya-karya tersebut merefleksikan keindahan dan kehidupan alam, sekaligus mengangkat berbagai persoalan lingkungan dan ekologi.
Pameran berlangsung pada 11–15 Agustus 2026 di Galeri Seruni, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta. Sepuluh mahasiswa yang mengikuti program tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pembukaan pameran dilakukan oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kementerian Kebudayaan RI, Riris Purbasari. Hadir pula Pamong Budaya Ahli Madya Kementerian Kebudayaan RI KRT Sumari Adhiwibaksa, Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Surakarta Arif Jati Purnomo, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta Handriyotopo, serta sejumlah seniman dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Riris Purbasari mengapresiasi perkembangan karya para peserta BBM 2026. Menurutnya, kemampuan mahasiswa menunjukkan perkembangan yang signifikan meskipun proses pembelajaran bersama maestro berlangsung dalam waktu relatif singkat.
“Kalau menurut saya, ini karya-karya luar biasa yang diciptakan dalam waktu yang tidak begitu lama, tetapi terlihat perkembangan. Mereka memiliki bakat-bakat bawaan, kemudian selama tidak sampai 30 hari, karyanya sudah terlihat sangat melesat. Ini nanti memang harus kita pamerkan. Anak-anak muda Indonesia ternyata dalam penciptaan karya memiliki pesan-pesan moral yang ingin disampaikan dan itu pesan yang indah,” ujar Riris Purbasari.
Pamong Budaya Ahli Madya Kementerian Kebudayaan RI KRT Sumari Adhiwibaksa juga mengaku bangga melihat hasil karya para peserta. Ia menilai karya yang dihasilkan melampaui ekspektasi.
“Saya sangat bahagia, ternyata program BBM Seni Lukis dengan maestro kita, I Gusti Nengah Nurata, hasilnya sangat luar biasa, di luar dugaan saya. Selama satu bulan dan mungkin proses melukisnya hanya 25 hari, tetapi hasilnya luar biasa. Kita bangga dengan hasil karya adik-adik ini. Mudah-mudahan ke depannya menjadi pelukis dan seniman yang hebat,”ucapnya.
Seniman Riyoto turut melihat perubahan pada karya mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran bersama maestro.
“Kalau hasil karyanya tentunya sangat berbeda, sangat luar biasa. Selama satu bulan ditempa, hasilnya berbeda sekali. Sebelum ditempa dengan ilmu seorang empu seni lukis, karyanya masih sebatas karya mahasiswa di kampus. Setelah mengikuti program dan pameran ini, hasilnya sangat luar biasa,”ungkap Riyoto.
Selain karya individu, pameran juga menghadirkan satu karya kolaboratif yang dikerjakan oleh seluruh peserta. Karya berjudul “Imajinasi Harmoni Keberadaan Alam dan Lingkungan Hidup” tersebut dikerjakan secara bersama-sama selama satu minggu.
Karya kolaboratif itu merefleksikan keselarasan alam, persoalan ekologi, serta keindahan lingkungan hidup dari perspektif kolektif para perupa muda.
Melalui Program BBM 2026, proses pembelajaran tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis mahasiswa dalam berkarya. Para peserta juga didorong memahami nilai, gagasan, dan pesan yang dapat disampaikan melalui seni.
Pameran ini sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi karya para peserta sekaligus menunjukkan perkembangan talenta muda seni lukis Indonesia setelah mendapatkan pengalaman belajar langsung bersama maestro.










