TVRINews, Yogyakarta
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Imbauan ini disampaikan mengingat musim kemarau masih melanda sejumlah wilayah, khususnya Kabupaten Gunungkidul yang masih menghadapi kekeringan.
Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu wilayah yang cukup rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Terlebih, saat ini musim kemarau masih melanda yang membuat banyak lahan, rumput, dan vegetasi menjadi kering.
Material yang mudah terbakar tersebut dapat memicu meluasnya api apabila terkena sumber api. Risiko semakin besar saat angin bertiup kencang. Api dapat dengan cepat merambat dari satu titik ke area lain sehingga penanganan harus dilakukan secepat mungkin.
Sumber api yang kecil dapat berubah menjadi kebakaran yang lebih besar jika tidak segera ditangani. Karena itu, warga diminta tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan, termasuk tidak membuang puntung rokok di area hutan, semak, maupun lahan yang kering.
Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas. Peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melaporkan titik api sejak dini sangat dibutuhkan agar kebakaran tidak meluas.
Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lahan dan hutan di lingkungan masing-masing. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya kebakaran.
“Rata-rata hutan itu berada di daerah-daerah ini. Kemudian, yang bisa menjaga hutan ini kebanyakan masyarakat yang berada di daerah-daerah ini. Masyarakat ini tidak akan lama, ya, karena risikonya besar. Kesadaran warga masyarakat,” ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X, dikutip Rabu, 26 Agustus 2026
Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang, khususnya pemadam kebakaran, apabila menemukan titik api di lingkungan sekitarnya. Langkah cepat dan kesadaran bersama ini diharapkan dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan semakin meluas.










