TVRINews, Yogyakarta
Puluhan pegawai Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta mengikuti pelatihan disabilitas dan bahasa isyarat di Griya Abhipraya Purbonegoro, Yogyakarta. Kegiatan perdana ini digelar sebagai bentuk komitmen meningkatkan kapasitas layanan inklusif sekaligus memenuhi hak komunikasi yang ramah disabilitas di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam pelatihan tersebut, Bapas Kelas I Yogyakarta bersinergi dengan Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) DIY. Menariknya, pemateri dalam kegiatan ini merupakan penyandang disabilitas rungu wicara atau tuli yang bertindak sebagai fasilitator dari PLD UIN Sunan Kalijaga. Para pegawai Bapas tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung komunikasi dasar menggunakan bahasa isyarat.
Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi, mengatakan kegiatan bertema inklusivitas tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan di lingkungan Bapas Yogyakarta.
Menurutnya, pelatihan tersebut penting untuk memastikan jajaran Bapas memiliki kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada klien penyandang disabilitas, khususnya mereka yang menggunakan bahasa isyarat dalam berkomunikasi.
“Kami memberikan pelayanan, khususnya ketika nanti kami akan mendapatkan klien-klien yang memiliki disabilitas ataupun harus menggunakan bahasa isyarat, maka kami sudah siap dan kami bisa memberikan pelayanan sesuai tugas dan fungsi dari Balai Pemasyarakatan,” ujar Galih, dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Galih mengatakan, tingginya urgensi dan antusiasme peserta membuka peluang pelaksanaan pelatihan serupa pada masa mendatang. Kegiatan lanjutan nantinya dapat diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pegawai dalam memahami bahasa isyarat maupun aspek pelayanan bagi penyandang disabilitas.
“Kegiatan ini tahun ini baru dilaksanakan pada sekarang, ke depannya kita akan jadwalkan kembali untuk tahap pelanjutan ataupun mungkin untuk peningkatan kapasitas dalam bahasa isyarat maupun disabilitas,” lanjutnya.
Melalui pembekalan tersebut, hambatan komunikasi dalam pelayanan publik diharapkan dapat semakin terkikis. Bapas Kelas I Yogyakarta juga diharapkan mampu terus memperkuat layanan yang inklusif dan menjunjung tinggi aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.










