TVRINews, Yogyakarta
Sekolah Dasar (SD) Budi Utama, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meraih posisi kedua dalam ajang Juara Kelas Indonesia 2026 Regional Lima. Sementara itu, SD Islam Internasional Al Abidin, Surakarta, Jawa Tengah, menjadi juara pertama sekaligus berhak melaju ke putaran final.
Kompetisi tersebut digelar di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta dan mempertemukan peserta dari tiga provinsi, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat.
Literasi, numerasi, dan pendidikan karakter merupakan fondasi utama bagi siswa sekolah dasar untuk menghadapi persoalan kompleks serta membangun kemampuan bernalar logis di era modern. Namun, hasil analisis Rapor Pendidikan Nasional menunjukkan bahwa pencapaian aspek fundamental tersebut masih memerlukan intervensi yang taktis dan merata di berbagai daerah.
Atas dasar tersebut, Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menyelenggarakan kompetisi akademik bertajuk Juara Kelas Indonesia. Salah satu pelaksanaannya digelar di BBPMP Daerah Istimewa Yogyakarta.
Widyaprada Ahli Madya Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen RI, Minhajul Ngabidin, mengatakan kompetisi tersebut dirancang sebagai platform edukatif yang bermakna untuk menumbuhkan kecintaan terhadap belajar sekaligus memperkuat nilai-nilai kebajikan dan karakter siswa.

“Kegiatan Juara Kelas Indonesia ini ruh besarnya sebenarnya adalah dalam rangka penguatan karakter. Penguatan karakter untuk membuat karakter mereka, dan salah satu pesan yang kita kuatkan di sini adalah implementasi tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat dan rukun sama teman. Bentuk kemasannya kita buat bentuk kemasan yang lain, yaitu dalam bentuk lomba cerdas cermat seperti itu,” ujar Minhajul, dikutip Senin, 5 Oktober 2026.
Kepala BBPMP DIY, Mohammad Adi Hartono, mengatakan Juara Kelas Indonesia 2026 diikuti siswa kelas V SD secara berkelompok. Setiap sekolah mengirimkan satu tim yang terdiri atas tiga siswa.
Tahap pendaftaran dan seleksi pertama dilakukan melalui Computer Based Test (CBT) dan diikuti ribuan sekolah. Tahap tersebut menyeleksi 15 tim terbaik di masing-masing regional untuk melaju ke tahap kedua secara luring di BBPMP regional.
Dari tahap kedua, kemudian dipilih satu tim terbaik dari setiap regional untuk melaju ke babak selanjutnya.
DIY tergabung dalam Regional Lima bersama Jawa Tengah dan Kalimantan Barat. Pada regional ini, terdapat 15 tim yang mengikuti tahapan seleksi.
“15 tim itu tujuh dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Kabupaten Bantul, kemudian Sleman dan Kota Yogyakarta. Ada lima tim untuk DIY, ada tujuh tim untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemudian untuk Jawa Tengah ada lima tim dari beberapa kabupaten, Boyolali, Wonosobo dan yang lainnya. Kemudian dari Kalimantan Barat itu ada tiga tim,” ujar Mohammad Adi.
Hasil akhir Juara Kelas Indonesia 2026 Regional Lima menempatkan SD Islam Internasional Al Abidin, Surakarta, Jawa Tengah, sebagai juara pertama. Tuan rumah DIY yang diwakili SD Budi Utama, Sleman, meraih posisi kedua, sedangkan posisi ketiga diraih SD Islam Terpadu Al Karima, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Sebagai juara pertama, SD Islam Internasional Al Abidin berhak melaju ke Grand Final Juara Kelas Indonesia 2026 yang akan digelar di DKI Jakarta pada 19 hingga 31 Oktober 2026.
Dalam tahapan tersebut, para peserta akan mendapatkan pembekalan dan pendampingan, termasuk materi mentoring untuk memperkuat kapasitas peserta. Mereka juga akan menjalani masa karantina serta mengikuti pembinaan dan tahapan penyisihan yang melibatkan 10 sekolah terbaik. Rangkaian tersebut menjadi tahapan akhir untuk menentukan jawara Juara Kelas Indonesia 2026.










