TVRI News, Yogyakarta
Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu wilayah yang mulai mengalami krisis air adalah Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, seiring menurunnya debit mata air dan sumur milik warga.
Kondisi tersebut memaksa masyarakat menghemat penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah Kalurahan Ngalang mencatat sekitar 30 persen dari lebih dari 2.800 kepala keluarga (KK) mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Lurah Ngalang, Suhartanta, mengatakan perluasan jaringan perpipaan menjadi solusi yang mendesak agar masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan air bersih setiap kali musim kemarau datang. Selain itu, pemerintah kalurahan juga terus mengupayakan pembangunan sumur bor sebagai alternatif penyediaan air bersih.
"Saat ini beberapa wilayah sudah mulai mengalami kekeringan. Kemungkinan satu bulan ke depan kondisinya akan semakin parah. Bantuan air bersih yang kami salurkan tentu memiliki keterbatasan. Kami berharap musim kemarau tidak berlangsung terlalu panjang. Kami juga terus mengupayakan pembangunan sumur bor sebagai solusi penyediaan air bersih. Namun, jika kemarau berkepanjangan, sumur bor dengan kedalaman sekitar 80 meter pun berpotensi mengering. Apalagi sumur milik warga, hampir dipastikan lebih dulu mengalami kekeringan,"kata Suhartanta.
Untuk membantu masyarakat yang terdampak, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih ke Kalurahan Ngalang.
Ketua DPC PKB Gunungkidul, Arif Gunadi, mengatakan kawasan perbukitan Gedangsari merupakan salah satu wilayah yang paling rentan mengalami kekurangan air saat musim kemarau. Karena itu, penyaluran bantuan air bersih dilakukan sebagai langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan warga.
"Beberapa titik di Kalurahan Ngalang masih sangat membutuhkan perhatian terkait ketersediaan air bersih. Karena itu, kami berupaya memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak. Memasuki musim kemarau, kebutuhan air bersih semakin meningkat. Alhamdulillah, DPC PKB Gunungkidul dapat berkontribusi melalui penyaluran bantuan air bersih. Bantuan ini telah kami serahkan melalui Pemerintah Kalurahan Ngalang dan akan terus kami lanjutkan bagi masyarakat yang masih membutuhkan. Selain itu, kami juga akan mendorong pengembangan jaringan sambungan rumah sebagai solusi jangka panjang,"ujar Arif.
Selain Kalurahan Ngalang, DPC PKB Gunungkidul berencana memperluas penyaluran bantuan air bersih ke sejumlah wilayah lain di kawasan utara Gedangsari yang berpotensi mengalami krisis air selama musim kemarau.
Memasuki puncak musim kemarau, warga berharap distribusi bantuan air bersih dapat terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, pembangunan jaringan perpipaan dan pengembangan sumber air dinilai menjadi solusi jangka panjang agar persoalan kekurangan air bersih tidak terus berulang setiap tahun.










