TVRINews, Yogyakarta
Di tengah maraknya permainan digital dan penggunaan gawai pada anak-anak, Hartono, perajin berusia 60 tahun asal Kota Yogyakarta, tetap mempertahankan kreativitasnya melalui mainan kinetik berbahan kayu.
Setelah karyanya viral di media sosial, mainan sederhana buatannya kini semakin diminati dan dipesan dari berbagai daerah.
Warga Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), itu menghabiskan kesehariannya membuat mainan kinetik dari papan kayu.
Usaha tersebut mulai ditekuni sekitar dua tahun terakhir, setelah pesanan dari usaha sablon yang sebelumnya dijalankan mengalami penurunan.
Berbekal keterampilan yang diperoleh saat menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), Hartono mencoba mengembangkan berbagai bentuk mainan yang dapat bergerak melalui mekanisme sederhana.
Proses pembuatannya dilakukan secara manual. Hartono memulai dengan memotong papan tripleks sesuai pola, kemudian mengecat dan melukis bagian-bagiannya. Setelah itu, setiap komponen dirangkai agar dapat bergerak sesuai mekanisme yang dirancang.
Seluruh tahapan produksi dikerjakan sendiri. Ketelitian diperlukan, terutama saat mengatur tali dan keseimbangan agar mainan dapat bergerak dengan baik.
Hartono mengaku awalnya hanya mencoba mengubah gambar biasa menjadi karya yang bisa bergerak. Ia kemudian bereksperimen dengan memotong pola, memasang senar, dan mengatur keseimbangan hingga menghasilkan mainan kinetik.
“Boleh dibuat, tapi pokoknya ini tidak bisa bergerak. Supaya bisa bergerak, bagaimana? Saya potong seperti cutter, kan terbelah jadi dua. Terus saya utak-atik supaya ini bisa terbang. Kemudian pakai senar. Yang tadinya hanya gambar, saya ganti dengan ini. Setelah itu saya kasih tali, lalu diberi keseimbangan dan saya atur. Akhirnya jadi seperti yang di luar itu,” ujar Hartono.
Sebelum karyanya dikenal luas, Hartono mampu memproduksi sekitar dua hingga tiga mainan kinetik dalam sehari. Dalam sebulan, rata-rata 10 hingga 15 mainan terjual dengan omzet sekitar Rp1 juta.
Namun, jumlah pesanan meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah sejumlah konten tentang Hartono dan mainan buatannya viral di media sosial.
Pesanan kini datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, hingga sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa. Lonjakan permintaan membuat Hartono harus menambah waktu pengerjaan.
Untuk menyelesaikan pesanan yang masuk, ia kini membutuhkan waktu hingga dua pekan. Popularitas di media sosial pun membuka peluang lebih luas bagi Hartono untuk memperkenalkan mainan kinetik hasil karyanya kepada masyarakat.









