TVRINews, Yogyakarta
Upaya melestarikan budaya daerah dilakukan dengan cara kreatif oleh ratusan pelajar di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebanyak 736 siswa, guru, dan karyawan SMK Negeri 2 Sewon menggelar flashmob dengan memadukan tarian modern dan lagu-lagu daerah dari berbagai wilayah Indonesia.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program ko-kurikuler tahunan SMK Negeri 2 Sewon dengan mengusung tema “Dusevoscho Bergerak, Merawat Lagu Daerah Melalui Tari Modern.”
Para peserta yang berasal dari kelas X hingga XII membawakan sejumlah tarian yang terinspirasi dari berbagai daerah, di antaranya Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Aceh.
Tarian tersebut diiringi lagu daerah seperti “Rek Ayo Rek” dari Jawa Timur, “Cing Cangkeling” dari Jawa Barat, serta “Bungong Jeumpa” dari Aceh.
Kepala SMK Negeri 2 Sewon Samilah mengatakan, konsep tersebut sengaja dipilih untuk mendekatkan kesenian tradisional dengan generasi muda.
“Kami ingin lagu dan tari daerah tetap dikenal oleh anak-anak di tengah perkembangan zaman. Karena itu, kami mencoba mengemasnya dengan cara yang lebih dekat dengan generasi mereka,” ujar Samilah.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari Gelar Karya Ko-kurikuler yang tahun ini dipadukan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional.
“Ini merupakan Gelar Karya Ko-kurikuler, tetapi tahun ini kami kombinasikan dengan kegiatan Hari Olahraga Nasional sehingga konsepnya dibuat lebih menarik dan berbeda,” jelasnya.
Samilah menilai pendekatan kreatif diperlukan agar generasi Z tidak hanya mengenal budaya tradisional, tetapi juga memiliki rasa bangga dan keinginan untuk ikut melestarikannya.
“Kami ingin Gen Z mencintai budaya Indonesia dengan cara mereka. Belajar itu sesuai zamannya dan tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Semua tempat bisa menjadi ruang belajar,” ungkap Samilah.
Pertunjukan flashmob ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah. Sekolah dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya daerah.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar mengenal lagu dan tari tradisional, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan kreativitas, kekompakan, dan potensi diri.
Semangat tersebut diharapkan menjadi langkah nyata agar lagu dan tari daerah tetap hidup serta terus dikenal oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman.










