TVRINews, Gunungkidul
Menangani persoalan kekeringan di Gunungkidul, pemerintah setempat bersama PDAM Tirta Handayani berupaya memperluas akses air bersih melalui jaringan pipanisasi. Pada tahun ini, Pemkab Gunungkidul menyalurkan subsidi pemasangan 1.000 sambungan rumah yang tersebar di empat wilayah pelayanan.
Persoalan ketersediaan air bersih hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi masyarakat Gunungkidul, terutama saat musim kemarau.
Bersama PDAM Tirta Handayani Gunungkidul, pemerintah setempat memperluas cakupan pelayanan air bersih melalui sambungan rumah. Pada tahun 2026, tercatat telah dilaksanakan pemasangan 1.000 sambungan rumah atau SR bersubsidi yang tersebar di empat wilayah pelayanan.
Rinciannya, Cabang Wonosari sebanyak 20 SR, Bribin 396 SR, Seropan 222 SR, dan Baron 362 SR.
Salah satu wilayah yang mendapatkan program tersebut adalah Kalurahan Pucanganom, Kapanewon Rongkop, dengan 98 sambungan rumah di sejumlah padukuhan.
Program bersubsidi ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap air bersih yang layak, mudah, dan berkelanjutan. Penambahan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan krisis air bersih, terutama di musim kemarau.
Bertepatan dengan momentum Hari Pelanggan Tahun 2026, sebanyak delapan sambungan rumah diberikan melalui program CSR yang diprioritaskan bagi warga kurang mampu, tempat ibadah, dan tempat sosial.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya PDAM Tirta Handayani untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk tertib dalam pembayaran dan penggunaan air.
“Jadi memang belum semua bisa merata, ini kita prioritaskan dan kenapa selalu di Pujang Anom, tadi disampaikan oleh Pak Nura, selalu Pujang Anom ini dekat dengan Simber, dekat dengan Bribing, dekat dengan Seropan, sehingga justru wilayah yang dekat dengan sumber airnya dan jaringannya yang kita prioritaskan. Pak Nura ini, apa namanya, problem air di musim kemarau, yang nantinya Alhamdulillah, kemarin diklumasi dari Pak Diruk yang ke Jakarta bersama Pak Rindeser dan Pak Dirjen juga sudah ke lokasi, nanti akan dibangun di Simber kurang lebih bulan Oktober, bulan Oktober nanti akan diatensi untuk ketika akan ada pembalungan sambungan air lagi.” ujar Endah Subekti kuntariningsih selaku Bupati Gunungkidul, Rabu, 15 September 2026.
“Ya Alhamdulillah sangat membantu. Ikut sama hatta kak. Belum sendiri gitu. Terus dengan programnya. Memperingankan. Ya, kami ikut juga. Kami ikut juga. Jadinya lebih saing sama orang.” ujar Kisdiyanto selaku penerima SR bersubsidi.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air bersih sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan saat terjadi kekeringan, tetapi juga memiliki akses air bersih yang lebih berkelanjutan.
PDAM juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga jaringan perpipaan, menggunakan air secara bijak, dan menjadi pelanggan yang tertib.










