TVRINews, Yogyakarta
Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tahun 2026. Forum tahunan ini berfokus pada penguatan strategi dakwah di era digital sekaligus mendukung delapan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Maraknya konten negatif yang viral di media sosial menjadi perhatian utama instansi keagamaan tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Bahiej, menegaskan bahwa selain menjalankan tugas menjaga moderasi dan kerukunan umat beragama, para penyuluh agama juga menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan narasi di ruang publik digital.
Para penyuluh diminta tidak hanya aktif bertugas di lapangan, tetapi juga membanjiri media sosial dengan konten yang memuat nilai-nilai keagamaan, budaya, dan kearifan lokal.
"Ada tantangan lain yang di hadapi para penyuluh agama yaitu tentang perkembangan teknologi informasi digital yang semakin masif dan munculnya konten-konten dan akun-akun, yang kadang kala yang viral dimasyarakat adalah hal-hal yang justru tidak baik, ini menjadi tantangan bagi para penyuluh bagaimana bisa mengimbangi hal-hal baik konten yang memilki nilai agama, budaya, kearifan lokal, sehingga bisa menyimbangi dari akun-akun yang kurang baik, " ujar Ahmad Bahiej, Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY.
Selain memperkuat dakwah digital, Kementerian Agama DIY menekankan pentingnya peningkatan kompetensi penyuluh agar mampu menjangkau generasi milenial melalui metode yang lebih inovatif, kreatif, dan tidak kaku.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Ketua Tim Penyuluhan dan Sistem Informasi Kanwil Kementerian Agama DIY, Nur Ahmad Ghozali, menyampaikan bahwa IPARI DIY terus mendorong para penyuluh untuk aktif memproduksi konten edukatif berdurasi singkat, yakni kurang dari satu menit, agar lebih mudah diterima masyarakat di berbagai platform media sosial.
Tidak hanya berfokus pada dakwah digital, IPARI DIY juga memperkuat program pelestarian lingkungan berbasis ajaran agama. Program tersebut diwujudkan melalui berbagai aksi nyata, seperti kegiatan pembersihan sungai dan pantai, serta gerakan penanaman pohon bagi calon pengantin melalui Kantor Urusan Agama (KUA).
Untuk memperluas dampak program kepada masyarakat, Rakerwil IPARI DIY 2026 turut melibatkan kolaborasi lintas sektor bersama penyuluh kehutanan, penyuluh pertanian, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga penyuluh antikorupsi.
Melalui Rakerwil ini, IPARI DIY berharap seluruh penyuluh agama mampu menjadi pelopor kerukunan, penggerak pelestarian lingkungan, sekaligus benteng moral di media sosial demi mewujudkan harmoni sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.









