TVRINews, Yogyakarta
Kota Magelang telah lama dikenal dengan keberagaman dan toleransinya yang sangat kuat. Sebuah harmoni yang terpampang nyata tepat di jantung kotanya.
Alun-Alun Kota Magelang menjadi saksi bisu sekaligus simbol persatuan, di mana bangunan-bangunan suci seperti masjid, gereja, pura, hingga kelenteng berdiri mengelilingi pusat Kota Pakunya Jawa tersebut.
Semangat kebersamaan yang tampak secara fisik di pusat kota tersebut diperkuat melalui ruang dialog dalam diskusi publik bertajuk “Merawat Harmoni, Menguatkan Indonesia: Moderasi Beragama untuk Persaudaraan Kebangsaan”.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kota Magelang dan bertempat di Pendopo Pengabdian Rumah Dinas Wali Kota Magelang ini menghadirkan tokoh-tokoh penting untuk membedah bagaimana moderasi beragama menjadi fondasi utama menjaga persatuan bangsa.
Alissa Wahid, putri sulung almarhum Gus Dur, menekankan bahwa Kota Magelang memiliki modal sosial yang sangat kuat karena keberagamannya telah mengakar sejak lama, termasuk dengan banyaknya sekolah berbasis agama yang heterogen.
"Magelang ini kan memang terkenal dengan keberagaman dari dulu, dan keberagamannya sangat kuat. Sekolah-sekolah berbasis agama juga banyak di Magelang. Jadi, Magelang, terutama Kota Magelang sebagai wilayah yang mengedepankan toleransi, itu penting sekali dirawat. Dan dialog hari ini adalah upaya untuk merawat hal tersebut," kata Alissa, dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.
Sementara itu, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyambut positif kegiatan ini yang dihadiri oleh perwakilan seluruh lintas agama sebagai bentuk komitmen nyata.

Para pemuka agama juga telah menandatangani pakta integritas untuk menjaga harmonisasi tersebut.
"Kegiatan yang positif, yang diselenggarakan oleh FMKI, tapi yang diundang lintas agama. Semua agama datang dan tadi sudah menandatangani pakta integritas. Marilah kita bareng-bareng menjaga toleransi dan harmonisasi ini, betul-betul dihadirkan secara nyata di Kota Magelang," ujar Damar.
Pertemuan ini ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Magelang.
Deklarasi tersebut menjadi simbol tekad bersama para pemuka agama untuk terus menjadikan moderasi beragama sebagai pilar utama dalam merajut persaudaraan kebangsaan yang kokoh.









