TVRINews, Yogyakarta
Ratusan anak usia sekolah dasar mengikuti lomba mewarnai dan mendongeng dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kegiatan yang digelar Woro Moro Entertainment ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengembangkan kemampuan berekspresi melalui seni.
Dalam lomba mendongeng, para peserta membawakan beragam cerita, mulai dari fabel, kisah sejarah, hingga legenda Nusantara. Salah satu cerita yang menarik perhatian adalah legenda Baru Klinting yang berasal dari Pajangan, Kabupaten Bantul.
Legenda tersebut berkaitan erat dengan kisah Ki Ageng Mangir, penguasa Tanah Perdikan Mangir yang diyakini memiliki pusaka sakti berupa tombak Kyai Baru Klinting. Dalam cerita rakyat, tombak itu dikenal memiliki kesaktian dan konon sangat disegani oleh Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam.

Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan dua pelaku seni, Titik Renggani dan Bekti, sebagai dewan juri lomba mendongeng.
Tim Penyiaran RRI, Rini Handayani, mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus melestarikan budaya melalui cerita.
“Kami sangat senang dengan adanya lomba ini karena pesertanya cukup banyak. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat menunjukkan kemampuan dan mengapresiasikan bakat mereka dalam menyampaikan cerita-cerita, seperti fabel maupun legenda,” ujar Rini Handayani pada Kamis, 23 Juli 2026.
Sementara itu, R. Ngt. Adhyas Woro, mengatakan penyelenggaraan kegiatan tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak beserta keluarga.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan, mempererat kebersamaan antara anak, orang tua, dan para guru, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berkarya,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, panitia berharap kreativitas dan kepercayaan diri anak-anak terus tumbuh, sekaligus mendorong mereka untuk tetap mencintai budaya dan berkarya di tengah pesatnya perkembangan era digital.










