TVRINews, Yogyakarta
Jalan Inspeksi Kalibawang di Kalurahan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dinilai semakin strategis setelah penutupan perlintasan sebidang kereta api di kawasan Pasar Sentolo.
Ruas jalan tersebut kini menjadi jalur alternatif utama bagi masyarakat untuk menuju berbagai fasilitas publik, seperti RSUD Nyai Ageng Serang, SMA Negeri 1 Sentolo, serta sejumlah pusat aktivitas lainnya.
Meski memiliki peran penting, kondisi Jalan Inspeksi Kalibawang, terutama di bagian selatan, mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan yang telah berlangsung sekitar lima tahun terakhir itu dinilai mengganggu mobilitas masyarakat.
Perbaikan yang sebelumnya dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kulon Progo bersama TNI belum mampu bertahan karena tingginya volume kendaraan serta kondisi tanah yang labil.
Lurah Sentolo, Teguh, mengatakan Jalan Inspeksi Kalibawang menjadi akses yang sangat dibutuhkan masyarakat sejak penutupan perlintasan kereta api di kawasan Pasar Sentolo.
"Kami menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan dan dinas terkait karena jalan inspeksi ini sangat dibutuhkan masyarakat. Setelah penutupan palang pintu di dekat Pasar Sentolo, jalan ini dimanfaatkan warga yang hendak berobat ke RSUD Nyai Ageng Serang maupun para pelajar yang menuju SMA Negeri 1 Sentolo," ujar Teguh.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad, melakukan peninjauan ke lokasi. Menurutnya, Jalan Inspeksi Kalibawang kini memiliki fungsi vital sebagai jalur alternatif bagi masyarakat Sentolo maupun wilayah di sekitarnya.
"Di Kalurahan Sentolo, tepatnya di Padukuhan Sentolo Lor, terdapat Jalan Inspeksi Kalibawang yang memiliki peran penting bagi masyarakat. Setelah penutupan perlintasan kereta api di kawasan Pasar Sentolo, jalan ini menjadi jalur alternatif utama bagi warga Sentolo maupun masyarakat dari kalurahan di sekitarnya," kata Lilik.
Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) menyampaikan usulan peningkatan Jalan Inspeksi Kalibawang telah diterima. Namun, pada Tahun Anggaran 2026 belum tersedia alokasi dana sehingga usulan tersebut akan diproses dalam perencanaan anggaran tahun 2027.
"Sudah kami sampaikan terkait usulan Jalan Inspeksi Kalibawang. Untuk tahun 2026 memang belum tersedia anggaran. Saat ini usulan masih dalam proses untuk diajukan pada anggaran tahun 2027. Kami belum bisa memastikan kapan pelaksanaannya, tetapi usulan tersebut sudah kami masukkan dalam perencanaan," ujar Setyawan Hendri.
Selain perbaikan jalan, pembahasan juga mencakup kebutuhan pembangunan gorong-gorong dan pemasangan penerangan jalan umum untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Komisi C DPRD DIY bersama BBWSSO menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar peningkatan Jalan Inspeksi Kalibawang beserta infrastruktur pendukung lainnya dapat segera direalisasikan guna menunjang mobilitas masyarakat.










