TVRINews, Yogyakarta
Suasana hangat dan tenang langsung terasa saat memasuki sebuah perpustakaan yang dipadukan dengan kedai kopi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengusung konsep perpustakaan modern bernuansa klasik, tempat ini menjadi alternatif bagi masyarakat untuk membaca, belajar, maupun bekerja dalam suasana yang lebih santai.
Inisiatif penggabungan ruang baca dan kafe ini berangkat dari upaya menghadirkan budaya literasi yang lebih mudah diakses oleh masyarakat. Di dalamnya tersedia sekitar 500 koleksi buku yang dapat dibaca langsung oleh pengunjung di lokasi. Beragam koleksi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana memperluas wawasan sekaligus membuka ruang diskusi.
Kehadiran ruang baca yang menyatu dengan kafe ini juga diharapkan menjadi wadah interaksi bagi masyarakat, yang dapat menikmati bacaan dalam suasana nyaman dan tidak formal.
Pengelola perpustakaan sekaligus kedai kopi, Ian, menjelaskan bahwa tempat tersebut pada awalnya dibangun untuk mewadahi pembaca buku dari penerbit Shira Media.
“Awalnya tempat ini dibuat sebagai media bagi para pembaca buku Shira Media, karena Shira Media merupakan penerbit buku. Dengan adanya tempat ini, para pembaca yang ingin menikmati buku-buku kami bisa datang langsung ke sini. Namun konsepnya terbuka untuk umum, sehingga siapa saja dapat berkunjung dan membaca koleksi yang tersedia. Kami buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB,” ujar Ian, Rabu, 3 Juni 2026.
Selain sebagai ruang baca, tempat ini juga dapat digunakan untuk berbagai aktivitas literasi, seperti diskusi buku, bedah karya, hingga pertemuan komunitas. Pengunjung pun dapat berkontribusi dengan mendonasikan buku, yang kemudian akan melalui proses kurasi sebelum ditambahkan ke dalam koleksi.
Melalui penggabungan fungsi perpustakaan dan kafe, konsep ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif ruang literasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadirannya juga diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat dengan pendekatan yang lebih dekat dengan gaya hidup sehari-hari.










