TVRINews, Yogyakarta
Prambanan Jazz Festival 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik berkelas, tetapi juga memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penyelenggara menggandeng sejumlah pelaku ekonomi kreatif lokal untuk menghasilkan merchandise eksklusif yang dipasarkan selama festival berlangsung.
Salah satu kolaborasi dilakukan bersama UMKM lokal Rockologist melalui lini produk bertajuk "Kala". Koleksi tersebut menghadirkan berbagai produk yang diproduksi khusus untuk Prambanan Jazz Festival 2026 sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif di Yogyakarta.
Owner Rockologist, Arsy, mengaku bersyukur mendapat kesempatan berkolaborasi dalam penyelenggaraan Prambanan Jazz tahun ini.
“Jujur, untuk Rockologist ini pertama kalinya berkolaborasi secara resmi dengan Prambanan Jazz. Namun, saya sudah mengamati sekitar 9–10 tahun terakhir bahwa Prambanan Jazz selalu berhasil memberdayakan ekonomi sekitar, terutama UMKM, untuk turut tampil dan mengenalkan produknya ke masyarakat yang lebih luas. Apalagi pengunjung Prambanan Jazz sebagian besar berasal dari luar kota,” ujar Arsy, Senin, 6 Juli 2026.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut tidak hanya melahirkan produk festival, tetapi juga menghadirkan submerek baru bernama "Kala" yang melibatkan berbagai pengrajin dari beragam disiplin di Yogyakarta.
“Melalui ‘Kala’, kami menghadirkan berbagai produk hasil kolaborasi. Kami juga merangkul banyak pengrajin di Jogja untuk turut berkontribusi. Ini menjadi hal yang sangat kami syukuri,” tambahnya.
Dampak penyelenggaraan festival juga dirasakan sektor pariwisata. Kehadiran puluhan ribu pengunjung memberikan efek berganda bagi perhotelan, kuliner, transportasi, serta destinasi wisata di Yogyakarta.
Hal tersebut dirasakan Alia dan Faisal, wisatawan asal Tangerang, yang datang ke Yogyakarta untuk menyaksikan penampilan penyanyi Niki. Mereka juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk berwisata.
“Jogja seru banget untuk nonton konser. Sebenarnya awal tahun kami sudah ke Jogja, tapi kali ini jadi alasan untuk datang lagi. Sekalian jalan-jalan di sekitar kota, dan rencananya besok ke Jogja National Museum,” ujar Alia dan Faisal.
Prambanan Jazz Festival 2026 menunjukkan festival musik tidak lagi sekadar menjadi hiburan. Ajang ini berkembang menjadi penggerak ekonomi yang melibatkan UMKM, industri kreatif, sektor transportasi, akomodasi, kuliner, hingga pariwisata.
Kolaborasi antara penyelenggara dan UMKM lokal menjadi contoh sinergi industri hiburan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Meningkatnya kunjungan wisatawan dari berbagai daerah juga memperkuat posisi Prambanan Jazz sebagai salah satu agenda yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.










