TVRINews, Sleman
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, secara resmi mengukuhkan kepengurusan baru Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (Sehat Elok Harmonis Aman Tentram Indah) atau JPSM Sehati periode 2026 hingga 2029 di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman.
Dalam sambutannya, Harda Kiswaya menyampaikan bahwa masalah sampah tidak akan pernah selesai hanya dengan penyediaan sarana dan prasarana, melainkan harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dengan membudayakan prinsip zero waste dan 3R di lingkungan rumah tangga.
Ia menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi antara JPSM Sehati dengan pemerintah daerah sangat krusial. Hal ini dikarenakan pemerintah tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa adanya gerakan swadaya dari masyarakat dalam menekan volume sampah dari hulu.
Harda Kiswaya mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman mendukung keberadaan JPSM Sehati sebagai mitra dalam pengelolaan sampah. Ia berharap pengurus JPSM dapat duduk bersama dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk menyusun program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat.
“JPSM ini hadir, Pemerintah Kabupaten Sleman amat senang sekali. Yang seperti inilah yang nanti akan berhasil, sehingga saya selaku Bupati Sleman men-support. Ini ada Ketua Bappeda, Ketua DLH, kemudian JPSM duduk bersama bagaimana nanti program kerjanya, sehingga betul-betul berhasil dan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Harda.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Junaidi, menambahkan, pada agenda strategis ini Pemkab Sleman menargetkan pembentukan 1.212 Kelompok Pengelola Sampah Mandiri atau KPSM yang akan tersebar di setiap padukuhan di Kabupaten Sleman. Hal ini sejalan dengan visi besar mewujudkan Sleman Tuntas Sampah 2029.
“Ini merupakan garda depan dari pengelola sampah yang ada di Sleman, sehingga sangat membantu sekali untuk DLH maupun Kabupaten Sleman untuk menyelesaikan sampah di hulu, di tingkat rumah tangga, karena anggotanya dari rumah tangga, atau dari kelompok RT/RW,” jelas Junaidi.
Pengurus JPSM Sehati yang baru dikukuhkan diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama yang menghadirkan gagasan serta langkah konkret di tengah masyarakat.
Bupati mengajak seluruh generasi muda untuk menampilkan budaya hidup bersih sebagai karakter utama, demi mewariskan lingkungan yang sehat bagi masa depan Kabupaten Sleman.










