TVRINews, Yogyakarta
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyalurkan bantuan hewan kurban tahun 2026 yang diserahkan secara resmi di halaman Kantor Sekretariat Daerah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantuan tersebut terdiri dari tujuh ekor sapi dan 42 ekor kambing yang berasal dari kolaborasi pemerintah daerah, BUMD, RSUD Gunungkidul, hingga Baznas Kabupaten Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan bahwa distribusi hewan kurban difokuskan pada wilayah terluar serta daerah dengan tingkat partisipasi kurban yang masih rendah. Beberapa wilayah penerima di antaranya Kapanewon Panggang, Ngawen, hingga Sampang Gedangsari.
Ia menegaskan, penyaluran dilakukan secara merata agar tidak terjadi penumpukan bantuan di wilayah tertentu. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, program ini juga diharapkan dapat mendorong semangat berkurban di masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan peternak lokal, mengingat seluruh hewan kurban dibeli dari peternak Gunungkidul.
“Ini memang kami utamakan untuk wilayah terluar, kemudian wilayah-wilayah yang berdasarkan peta partisipasi kurbannya masih rendah atau bahkan belum ada. Kami bekerja sama dengan Baznas, BUMD, BPD, PDAM, dan APBD untuk diberikan secara merata. Dalam satu kapanewon tidak ada penumpukan bantuan, jadi satu kapanewon satu, walaupun belum semua kapanewon. Mudah-mudahan ini bisa menjadi spirit untuk berbagi, bersedekah, berkurban, serta membantu masyarakat yang berhak menerima,” ujar Endah, Selasa (26/5/2026).
Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Kahono, menyampaikan rasa syukur atas bantuan hewan kurban yang diterima masyarakatnya.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu masyarakat kami. Bantuan ini sangat membantu sekali bagi masyarakat. Semoga ke depan para pemberi bantuan semakin berkah dan rezekinya bertambah,” ucapnya.
Pemerintah daerah berharap bantuan hewan kurban ini tidak hanya memperkuat nilai sosial dan keagamaan, tetapi juga meningkatkan konsumsi protein masyarakat sebagai salah satu upaya menekan angka stunting di Bumi Handayani.










