TVRINews Yogyakarta
Krisis air bersih akibat kemarau panjang selama dua bulan terakhir masih dirasakan warga di sejumlah wilayah perbukitan, termasuk Karangrejek, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kondisi tersebut mendorong Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman bersama Yayasan GPC menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.
Selama mengalami kekeringan, warga terpaksa mengandalkan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Puluhan warga bahkan terlihat menunggu kedatangan truk tangki di sekitar bak penampungan air.
Setibanya truk tangki, air langsung disalurkan ke bak penampungan untuk kemudian dimanfaatkan warga.
Musim kemarau berkepanjangan membuat krisis air bersih semakin dirasakan masyarakat di sejumlah kawasan perbukitan, termasuk sebagian wilayah Gunungkidul dan Bantul. Selain mengandalkan bantuan dari berbagai pihak, warga juga menerima distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Ketua Fraksi Golkar DPRD DIY sekaligus Ketua Yayasan GPC, Syarif Guska Laksana, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih di wilayah Imogiri.
Menurutnya, Yayasan GPC menyiapkan 10 tangki air bersih untuk sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul. Sementara secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan di wilayah Imogiri mencapai 20 tangki atau sekitar 100 ribu liter air bersih.
“Kita dari Yayasan GPC mendropping 10 tangki di Kabupaten Bantul. Ada beberapa laporan di daerah Imogiri, ada wilayah yang mengalami kesulitan air bersih. Jadi, kita hari ini bersama Bapak Gandung Pardiman melakukan kegiatan sosial berupa bantuan air bersih,” ujar Syarif kutip Selasa, 29 September 2026.
Bantuan tersebut disambut warga yang berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara rutin selama sumber air belum kembali mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Warga juga berharap pemerintah dan pihak terkait tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi turut menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan sumber air.
“Alhamdulillah membantu, sangat membantu. Di sisi lain, warga juga menginginkan ada penanganan jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan sumber air,” ujar Wiyati, warga Karangrejek.
Dropping air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama krisis air masih berlangsung hingga kondisi kemarau berakhir. Namun, penanganan jangka panjang dinilai tetap diperlukan agar masyarakat di wilayah perbukitan tidak terus bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau.










