TVRINews, Yogyakarta
Pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kesenjangan antarwilayah, produktivitas yang belum merata, hingga rantai pasok industri yang belum optimal. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dinilai penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi DIY.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyebut masih ada sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Di DIY, tantangan tersebut di antaranya penguatan kinerja ekspor, kesenjangan pembangunan antarwilayah, serta durasi tinggal wisatawan yang masih relatif singkat.
Selain itu, DIY juga menghadapi tekanan akibat alih fungsi lahan pertanian serta potensi musim kemarau yang lebih panjang.
“Tantangan yang masih kita hadapi antara lain adalah produktivitas yang belum merata, kesenjangan antarwilayah, serta rantai pasok industri yang belum optimal. Hal tersebut masih menjadi tantangan yang perlu kita jawab guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Sri Darmadi Sudibyo, Kamis, 3 September 2026.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, menyebut perekonomian DIY selama ini ditopang sektor jasa, pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, dan UMKM. Namun, keterkaitan antarpelaku ekonomi dinilai masih perlu diperkuat.
UMKM didorong agar semakin mudah masuk ke dalam rantai pasok dan pasar yang lebih luas. Sementara itu, hasil penelitian dan inovasi juga perlu lebih banyak diterapkan oleh dunia usaha.
“Rekomendasi yang lahir hari ini dapat diterjemahkan ke dalam aksi-aksi, penguatan UMKM agar naik kelas, perluasan akses pembiayaan yang sehat, peningkatan kualitas pariwisata, penguatan ekonomi kreatif, serta penyiapan generasi muda agar mampu memasuki ekosistem ekonomi baru,” kata Ni Made Dwi Panti Indrayanti.
Pemerintah DIY mendorong penguatan ekosistem ekonomi melalui keterpaduan pengetahuan, keterampilan, teknologi, pembiayaan, dan akses pasar, serta sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.










