TVRINews, Bantul
Siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) tidak hanya dituntut menguasai keterampilan teknis di ruang kelas, tetapi juga perlu membangun jejaring dengan dunia industri. Upaya ini menjadi salah satu langkah untuk memperluas peluang lulusan agar lebih mudah memperoleh pekerjaan sesuai dengan bidang keahliannya.
SMKN 2 Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berupaya memperkuat kesiapan kerja siswa melalui kegiatan Job and Educare. Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menggandeng 36 mitra industri dan perguruan tinggi, baik lokal maupun nasional, yang hadir melalui 40 stan.
Melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal kebutuhan dunia kerja sekaligus memperoleh informasi mengenai pilihan pendidikan lanjutan. Bahkan, siswa berkesempatan mengikuti proses rekrutmen secara langsung di lokasi kegiatan.
Tidak hanya berfokus pada pembekalan karier, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kompetensi yang telah dipelajari di sekolah. Salah satunya melalui peragaan busana hasil karya siswa jurusan Tata Busana.
Pembelajaran berbasis praktik tersebut diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang kreatif dan mandiri, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan dunia industri.
Kepala SMKN 2 Sewon, Samilah, mengatakan kegiatan Job and Educare mendapat sambutan positif dari para siswa karena memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan industri dan perguruan tinggi.
“Ini tentu disambut baik oleh anak-anak kami karena menjadi media bagi mereka untuk bertemu langsung dengan industri dan juga perguruan tinggi. Ke depannya, setelah mengikuti kegiatan ini, mereka bisa menentukan pilihan, apakah akan melanjutkan pendidikan atau masuk ke dunia industri dengan bekal yang mereka dapatkan melalui kegiatan Job and Educare ini,” ujar Samilah, dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.
Antusiasme serupa disampaikan Iis, salah seorang siswi SMKN 2 Sewon. Ia mengaku senang dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai peluang kerja dan pilihan perguruan tinggi.
“Tentunya senang juga karena nanti kita bisa bertanya langsung kepada perusahaan-perusahaan dan perguruan tinggi. Saya juga ingin melanjutkan kuliah,” ujar Iis.
Upaya membekali siswa dengan wawasan dunia kerja sejak di bangku sekolah tersebut menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data sekolah, sekitar 50,8 persen lulusan SMKN 2 Sewon langsung bekerja, sedangkan 17,6 persen memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Adapun lulusan lainnya memilih untuk merintis usaha secara mandiri.
Melalui pembekalan keterampilan, penguatan karakter, serta perluasan jejaring dengan dunia industri dan perguruan tinggi, para siswa diharapkan semakin percaya diri dalam menentukan langkah setelah lulus. Dengan demikian, lulusan SMK tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.










