TVRINews, Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berada dalam periode musim kemarau. Kondisi mendung dan hujan yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir bukan menjadi tanda masuknya musim hujan.
Sempat muncul anggapan di masyarakat bahwa kondisi mendung di DIY berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta memastikan abu vulkanik dari erupsi tersebut tidak mencapai wilayah DIY.
Prakirawan Iklim BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Sutamsi, menjelaskan, munculnya awan dan hujan di sejumlah wilayah DIY dipengaruhi dinamika atmosfer, di antaranya gelombang Rossby dan Madden-Julian Oscillation (MJO).
Fenomena tersebut meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengubah status DIY yang masih berada dalam musim kemarau.
Menurut Sutamsi, hujan yang terjadi pada musim kemarau merupakan fenomena yang wajar. Hujan biasanya bersifat lokal, tidak merata, berintensitas ringan, dan berlangsung dalam waktu singkat.
“Potensi hujan di musim kemarau itu akan tetap selalu ada. Karena kriteria musim hujan itu kan curah hujan kurang dari 50 milimeter diikuti dengan dasarian berikutnya. Jadi, kondisi kurang dari 50 milimeter berarti akan terjadi hujan. Sehingga hujan yang terjadi di musim kemarau biasanya tidak merata, kemudian intensitasnya ringan, waktunya hanya beberapa hari, dan kemudian akan hilang lagi. Ini juga terjadi di musim-musim kemarau yang lalu dan ke depan akan seperti itu. Ini suatu fenomena yang biasa,”kata Sutamsi.
Lebih lanjut, Sutamsi mengatakan hujan yang terjadi saat ini salah satunya dipengaruhi masuknya gelombang Rossby ke wilayah Indonesia. Kondisi tersebut memicu terbentuknya kumpulan awan yang kemudian berpotensi menghasilkan hujan di sejumlah wilayah.
“Yang sekarang ini disebabkan oleh gelombang Rossby yang masuk ke wilayah Indonesia sehingga kumpulan awan itu akan terjadi. Namun, hujan di wilayah kita akan terjadi dengan ringan dan tidak merata. Bukan berarti pertanda awal musim hujan akan tiba,” tambahnya.
BMKG memperkirakan awal musim hujan di DIY baru terjadi sekitar dasarian ketiga November hingga dasarian pertama atau kedua Desember.
Masyarakat diimbau tidak langsung mengartikan kondisi mendung maupun hujan sesaat sebagai tanda berakhirnya musim kemarau. Perkembangan cuaca dan dinamika atmosfer tetap perlu dipantau melalui informasi resmi BMKG.










