TVRINews, Yogyakarta
Komoditas minyak goreng bersubsidi merek Minyakita mengalami kelangkaan di sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta, termasuk di Pasar Beringharjo. Kondisi ini dikeluhkan pedagang karena pasokan yang masuk terus menurun dalam dua bulan terakhir.
Saat terakhir tersedia di pasaran, harga Minyakita berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp15.700 per liter. Angka tersebut melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp14.500 per liter.
Akibat terbatasnya pasokan Minyakita, sejumlah pedagang beralih menjual minyak goreng curah dengan harga sekitar Rp19.000 per kilogram. Namun, harga minyak goreng curah dinilai lebih fluktuatif dan membebani konsumen.
Pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menormalkan distribusi Minyakita agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.
Sementara itu, harga minyak goreng premium juga mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir. Saat ini, harga minyak goreng premium mencapai sekitar Rp45.000 per kemasan dua liter atau sekitar Rp22.500 per liter.
Kenaikan harga minyak goreng turut dikeluhkan konsumen, terutama pelaku usaha kuliner dan warung makan yang bergantung pada pasokan minyak goreng dalam jumlah besar untuk kegiatan usahanya.
Salah seorang pedagang minyak goreng di Pasar Beringharjo, Surati, mengaku kesulitan memperoleh stok Minyakita dari distributor.
“Minyakita memang sulit dicari sekarang. Harga jualnya sekitar Rp15.700 per liter, tetapi barangnya sering tidak tersedia di pasar,” ujar Surati, Selasa (9/6/2026).
Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta menyatakan terus berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan kelancaran distribusi Minyakita. Pasokan minyak goreng bersubsidi tersebut dijadwalkan kembali masuk ke pasar pada Rabu (10/6/2026).
Dengan adanya tambahan pasokan, pemerintah berharap ketersediaan Minyakita kembali normal sehingga dapat membantu menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasaran.










