TVRINews, Yogyakarta
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai memberikan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada siswa laki-laki usia sekolah dasar. Program ini menjadi perluasan sasaran vaksinasi HPV yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi anak perempuan sebagai upaya mencegah berbagai jenis kanker akibat infeksi virus HPV.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan melalui Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Di Kota Yogyakarta, pemberian vaksin berlangsung di SD Intis School Kotagede dan difasilitasi oleh Puskesmas Kotagede. Siswa kelas V mengikuti vaksinasi secara bergiliran.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), kanker serviks merupakan kanker terbanyak keempat pada perempuan di dunia, dengan sekitar 660 ribu kasus baru dan 350 ribu kematian setiap tahun. WHO merekomendasikan vaksin HPV bagi anak perempuan maupun laki-laki berusia 9 hingga 15 tahun sebagai langkah pencegahan yang efektif terhadap penyakit akibat infeksi virus HPV.
Kepala Puskesmas Kotagede, Atika Anggiasih, mengatakan perluasan sasaran vaksinasi kepada anak laki-laki didasarkan pada perkembangan penelitian yang menunjukkan bahwa HPV tidak hanya menyebabkan kanker serviks, tetapi juga sejumlah jenis kanker lain yang dapat menyerang laki-laki.

"Mulai tahun ini vaksin HPV diberikan tidak hanya kepada anak perempuan, tetapi juga kepada anak laki-laki. HPV memang dikenal sebagai penyebab kanker serviks, tetapi virus ini juga dapat menyebabkan kanker anus, kanker orofaring, dan beberapa jenis kanker lainnya yang juga bisa dialami laki-laki. Selain itu, laki-laki dapat menjadi pembawa virus HPV yang berpotensi menularkannya kepada pasangan,"kata Atika Anggiasih dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pemberian vaksin pada usia sekolah dasar dinilai paling efektif karena dilakukan sebelum anak berisiko terpapar virus HPV.
"Vaksin HPV merupakan vaksin pencegahan. Karena itu, pemberiannya dilakukan pada usia 9 hingga 15 tahun, sebelum anak memiliki risiko terpapar virus HPV. Dengan demikian, perlindungan terhadap berbagai penyakit akibat HPV dapat diperoleh secara optimal," jelasnya.
Menurut Atika, dalam pelaksanaan Program BIAS, vaksin HPV diberikan dalam satu dosis sehingga tidak memerlukan pengulangan ketika anak telah memasuki usia dewasa.
Melalui perluasan sasaran vaksinasi ini, Dinas Kesehatan DIY berharap cakupan imunisasi HPV terus meningkat. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan penyebaran virus HPV sekaligus mengurangi risiko terjadinya kanker serviks dan berbagai jenis kanker lain yang berkaitan dengan infeksi HPV di masa mendatang.









