TVRINews, Yogyakarta
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta menambah daya tampung peserta didik baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menjaga kualitas pendidikan di Kota Yogyakarta.
Total daya tampung SMP negeri di Kota Yogyakarta tahun ini mencapai 3.584 kursi, termasuk kuota untuk Kelas Khusus Olahraga (KKO). Sementara itu, daya tampung melalui sistem Real Time Online (RTO) sebanyak 3.520 kursi.
Penambahan kuota dilakukan sebanyak 64 kursi untuk wilayah Yogyakarta Selatan melalui pembukaan dua rombongan belajar (rombel) baru di SMP Negeri 10 Yogyakarta. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan yang merata serta mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai Kota Pelajar.
Penerimaan peserta didik baru melalui sistem RTO terbagi ke dalam sejumlah jalur. Jalur domisili radius memperoleh kuota 5 persen, jalur domisili dalam daerah 40 persen, jalur afirmasi keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial 19 persen, jalur afirmasi disabilitas 6 persen, jalur prestasi khusus 15 persen, jalur prestasi umum 10 persen, serta jalur mutasi dan kemaslahatan guru sebesar 5 persen.
Khusus jalur afirmasi disabilitas, Disdikpora Kota Yogyakarta menyediakan 211 kursi. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk menampung lulusan sekolah dasar berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas pada 2026 yang tercatat sebanyak 129 anak.
Selain sekolah negeri, peserta didik yang memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta juga akan mendapatkan dukungan melalui program Jaminan Pendidikan Daerah (JPD) dengan skema yang disetarakan dengan Kartu Menuju Sejahtera (KMS).
Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di seluruh sekolah agar kesenjangan mutu antarsekolah dapat ditekan.
"Belajar yang rajin. Insyaallah anak akan sukses di mana pun sekolahnya. Negeri maupun swasta, semuanya kami upayakan memiliki kualitas yang baik. Saat ini kami juga terus berusaha agar disparitas antara satu sekolah dengan sekolah lainnya tidak terlalu jauh berbeda," ujar Budi, Jumat, 19 Juni 2026.
Ia menambahkan, jumlah lulusan SD di Kota Yogyakarta setiap tahun mencapai sekitar 6.800 siswa. Sementara daya tampung gabungan SMP negeri dan swasta mencapai sekitar 9.000 kursi.
Dengan kapasitas tersebut, Disdikpora memastikan seluruh lulusan SD di Kota Yogyakarta dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB, para orang tua diimbau berkonsultasi terlebih dahulu di Posko Layanan Teknis SPMB guna memperoleh pendampingan dan informasi lengkap terkait prosedur serta mekanisme pendaftaran.










