TVRINews, Yogyakarta
Tim medis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dan Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penanganan korban gempa.
Tim tanggap bencana UGM ini dilepas langsung oleh Dekan FK-KMK UGM Yodi Mahendradatta dan Kepala Dinas Kesehatan DIY Gregorius Anung Trihadi.
Tim yang beranggotakan enam personel tersebut terdiri dari dokter, perawat, hingga ahli kesehatan masyarakat. Mereka ditempatkan di wilayah Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, dan bertugas selama 11 hari terhitung mulai 19 hingga 30 Agustus 2026.
Tim medis UGM berfokus melakukan asesmen lapangan dan memetakan kebutuhan medis serta kebutuhan riil lainnya. Selain itu, mereka juga memberikan pelayanan medis bagi korban terdampak gempa, khususnya kasus trauma, mengingat kondisi pascagempa membuat penanganan trauma dan luka menjadi salah satu kebutuhan kesehatan yang krusial.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan DIY juga menitipkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan sebagai tahap awal dengan total bantuan mencapai sekitar 230 kilogram atau senilai Rp38 juta.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Gregorius Anung Trihadi menyampaikan bahwa stok obat untuk kebutuhan masyarakat di DIY tetap aman meskipun sebagian disalurkan ke NTT.
“Ada sekitar 230-an kilogram. Di sana ada paracetamol tablet, paracetamol sirup, kemudian multivitamin, ibuprofen, antasida, cetirizine, bahkan infus-infus juga kami sertakan, masker juga. Terus kami konsolidasikan lagi dan tentunya dengan melihat kebutuhan dari NTT dan ketersediaan kami, yang jelas ini adalah obat stok kami, untuk di DIY tetap aman walaupun kami donasikan kepada NTT,” ujarnya pada Kamis 20 Agustus 2026.
Sementara itu, Dekan FK-KMK UGM Yogyakarta Yodi Mahendradatta menjelaskan pengiriman tim asesmen dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran. Hasil asesmen tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan bantuan lanjutan.
“Kepada pihak yang terlibat supaya juga lebih tepat sasaran, maka kita mengirimkan tim asesmen ini. Nanti kita tunggu informasi dari tim asesmen dan itu akan kita tindak lanjuti sesuai dengan rekomendasi tim asesmen. Artinya, selama mereka di sana nanti mereka juga akan setiap hari koordinasi dengan kita, apakah kita perlu mengirimkan tim sebelum mereka kembali atau setelah mereka kembali. Nanti kita tunggu dari mereka,” katanya.

Salah satu anggota tim medis UGM Rizki Fitria Febrianti menambahkan bahwa tim akan melakukan rapid health assessment untuk mengidentifikasi kebutuhan utama di lokasi bencana.
“Di sana kita akan melakukan rapid health assessment. Karena kita tim awal yang berangkat, jadi kita mengumpulkan dahulu kebutuhan-kebutuhan apa yang akan diperlukan di sana, apakah lebih ke logistik atau tim medis. Kemudian kita juga bekerja sebagai Emergency Medical Team. Nanti kita di sana juga membantu untuk pelayanan Kesehatan,” ujarnya.
Pengiriman tim medis ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian UGM Yogyakarta dalam merespons kondisi kegawatdaruratan akibat bencana alam di tanah air.










