TVRINews - Yogyakarta
Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, permintaan hewan kurban di Kabupaten Sleman meningkat signifikan. Salah satu lokasi yang menunjukkan kenaikan permintaan adalah Kelompok Ternak Karya Tunggal di Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping.
Meskipun harga sapi di tingkat peternak naik sekitar Rp1 juta per ekor, minat beli masyarakat tetap tinggi untuk memenuhi kebutuhan kurban tahun ini.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sleman mengimbau panitia kurban dan masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik hitam atau plastik sekali pakai sebagai wadah daging kurban. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.
Plastik hitam diketahui berasal dari bahan daur ulang yang berpotensi mengandung cemaran kimia berbahaya. Zat tersebut dapat bermigrasi ke dalam daging dan menimbulkan risiko kesehatan, termasuk penyakit serius. Peningkatan volume limbah plastik saat Iduladha turut menjadi alasan penguatan imbauan ini.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mendorong masyarakat beralih ke wadah yang lebih ramah lingkungan.

“Untuk mengurangi penggunaan plastik dalam distribusi daging kurban, diharapkan masyarakat dapat menggunakan besek atau anyaman bambu sebagai upaya mencintai lingkungan dan mengurangi sampah plastik,” ujarnya, 5 Mei 2026.
Masyarakat juga dianjurkan memanfaatkan wadah alternatif seperti besek bambu, sedangkan panitia penyembelihan diminta mengelola limbah hewan kurban dengan benar. Limbah tidak boleh dibuang ke sungai, tetapi harus dikubur untuk mencegah pencemaran lingkungan.










