TVRINews, Yogyakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis dengan indikator awas menyusul kondisi hari tanpa hujan yang terjadi selama lebih dari tiga bulan di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Prakirawan Iklim BMKG DIY, Aristya Ardhitama, mengatakan berdasarkan pemantauan hingga 10 Agustus, hampir seluruh wilayah DIY mengalami periode tanpa hujan dalam kurun waktu yang cukup panjang.
"Dari monitoring BMKG, bahwasanya sampai dengan hari ini, tanggal 10 Agustus, hampir di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi tidak ada hujan antara dua hingga lebih dari tiga bulan. Ini menimbulkan adanya kekeringan ekstrem dan BMKG sudah mengeluarkan informasi peringatan dini kekeringan meteorologis dengan indikatornya hari tanpa hujan dalam kategori awas. Ini menjadi perhatian kita semua untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk tata kelola air dan bijak menggunakan air," ujar Aristya.
Kekeringan meteorologis merupakan kondisi kekurangan curah hujan di suatu wilayah dibandingkan dengan kondisi normalnya dalam periode waktu tertentu.
Di musim kemarau ini, BMKG DIY mengimbau masyarakat lebih bijak dalam menggunakan air.
Sumur resapan dari air hujan juga menjadi salah satu upaya efektif yang bisa dilakukan masyarakat dalam menghadapi datangnya musim kemarau.
Ditambahkan, pada saat musim kemarau tiba, angin juga akan berembus, namun tidak berbahaya seperti angin pada saat musim penghujan.









