TVRINews, Kulon Progo
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dalam waktu sekitar dua pekan. Kepastian tersebut disampaikan saat meninjau progres pembangunan sekolah sekaligus menggelar konsolidasi bersama para kepala Sekolah Rakyat dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga berdialog dengan calon siswa beserta orang tua atau wali murid untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Menurut Gus Ipul, progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Kulon Progo telah melampaui 90 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir. Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas pendidikan dapat segera difungsikan sehingga proses pembelajaran dapat dimulai sesuai jadwal.
“Targetnya dua minggu lagi sudah bisa dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar,” kata Saifullah Yusuf dikutip, Selasa, 7 Juli 2026.
Sekolah Rakyat Terintegrasi Kulon Progo dibangun di atas lahan seluas tujuh hektare dengan nilai investasi sekitar Rp214 miliar. Saat beroperasi penuh, sekolah berkonsep asrama tersebut memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa yang mencakup jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).
Pada tahun ajaran 2026, sekolah ini akan menerima sekitar 300 siswa. Kapasitas tersebut akan ditingkatkan secara bertahap seiring pengembangan fasilitas dan kesiapan operasional.
Secara nasional, pemerintah menargetkan Program Sekolah Rakyat mampu menampung lebih dari 30 ribu siswa pada 2026. Jumlah itu diproyeksikan meningkat hingga sekitar 800 ribu siswa dalam tiga tahun mendatang, seiring penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai kabupaten dan kota.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, berharap masyarakat setempat dapat dilibatkan dalam operasional sekolah, khususnya sebagai tenaga keamanan, petugas kebersihan, maupun tenaga pendukung lainnya.
“Kami berharap masyarakat sekitar, khususnya warga Kulon Progo, dapat dilibatkan sebagai petugas keamanan, kebersihan, dan tenaga pendukung lainnya. Selain memahami kondisi wilayah, hal ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ambar Purwoko.
Saat ini, Sekolah Rakyat Kulon Progo merupakan salah satu dari 104 gedung Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah pada 2026. Sebelumnya, pemerintah telah mengoperasikan 166 Sekolah Rakyat rintisan, termasuk dua lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.










