TVRINews, Yogyakarta
Harga pupuk yang lebih terjangkau mulai dirasakan para petani dalam enam bulan terakhir. Saat ini, harga pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK Phonska kemasan 50 kilogram berada di kisaran Rp95 ribu per sak.
Harga tersebut turun dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai Rp125 ribu per sak. Penurunan harga ini disambut positif oleh para petani karena dinilai mampu mengurangi biaya operasional dalam budidaya tanaman padi.

Salah seorang petani, Agus Krismindarto, mengatakan turunnya harga pupuk memberikan keuntungan tersendiri bagi petani, terutama dalam menekan biaya produksi selama masa tanam.
Selain harganya yang lebih murah, ketersediaan pupuk juga dinilai cukup baik. Petani dapat memperoleh pupuk bersubsidi dengan mudah, baik melalui Kartu Tani maupun kelompok tani di wilayah masing-masing.
Pupuk jenis Urea dan NPK Phonska menjadi dua jenis pupuk yang paling banyak digunakan petani dalam budidaya padi. Umumnya, pemupukan dilakukan saat tanaman padi berusia sekitar 13 hari dan 35 hari setelah tanam dengan cara menebarkan pupuk secara merata di lahan persawahan.

"Panen kemarin seluruhnya saya bawa pulang. Hasilnya memang belum terlalu baik, sehingga gabah tidak saya jual dan masih disimpan," ujar Agus Krismindarto, Kamis, 18 Juni 2026.
Sementara itu, harga jual gabah basah di tingkat petani saat ini dinilai cukup baik, yakni berkisar antara Rp6.200 hingga Rp6.500 per kilogram. Kondisi tersebut turut memberikan harapan bagi petani untuk memperoleh keuntungan yang lebih layak dari hasil panen mereka.
Para petani berharap harga pupuk dapat kembali turun pada masa mendatang. Dengan biaya produksi yang semakin rendah dan harga gabah yang tetap stabil, keuntungan yang diperoleh petani diharapkan dapat semakin meningkat.










