TVRINews - Yogyakarta
Sebanyak 30 ribu telur bebek dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat dalam sebuah aksi yang digelar di kawasan ring road Yogyakarta. Aksi ini dilakukan oleh para peternak sebagai bentuk protes atas merosotnya harga telur bebek di tingkat peternak yang kini jauh di bawah biaya produksi.
Ketua Umum Persatuan Peternak Bebek Nasional, Mohammad Rosul, menyebutkan bahwa harga telur bebek yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.000 per butir, kini jatuh drastis menjadi sekitar Rp1.500 hingga Rp1.800 per butir.
Kondisi tersebut dinilai semakin menekan para peternak karena tidak lagi sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat.
Dalam dua bulan terakhir, harga pakan dan kebutuhan operasional peternakan mengalami kenaikan signifikan, sementara harga jual justru terus melemah.
“Kebanyakan peternak sudah sangat tertekan. Harga pakan terus naik setiap minggu, sedangkan harga telur terus turun. Selain itu, serapan pasar juga rendah sehingga banyak telur yang tidak terserap dan akhirnya terbuang,” ujar Rosul.
Ia menambahkan, jika situasi ini dibiarkan berlarut, banyak peternak kecil terancam berhenti berusaha karena tidak mampu menutup biaya produksi.
Aksi pembagian telur gratis tersebut tidak hanya ditujukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, tetapi juga sebagai simbol protes terhadap kondisi tata niaga telur bebek yang dinilai tidak berpihak pada peternak.
Salah satu peternak, Sawiji, mengatakan aksi itu merupakan bentuk kekecewaan para pelaku usaha peternakan yang terdampak langsung ketidakseimbangan harga.
“Kami membagikan telur gratis sebagai bentuk protes. Harga pakan naik, harga telur turun, dan penyerapan pasar juga rendah. Kami berharap pemerintah bisa turun tangan, salah satunya dengan memberikan subsidi pakan agar biaya produksi tidak semakin tinggi,” kata Sawiji.
Para peternak juga mengkhawatirkan jika kondisi ini terus berlangsung, produksi telur bebek nasional bisa ikut menurun.
Dampaknya tidak hanya dirasakan peternak, tetapi juga dapat mengganggu rantai pasok pangan.
Selain aksi di lapangan, Persatuan Peternak Bebek Nasional berencana mengajukan audiensi dengan Komisi IV DPR RI untuk menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi peternak serta meminta perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan usaha peternakan rakyat.










