TVRINews, Yogyakarta
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menanggapi merosotnya survei Indikator Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) selama tiga bulan terakhir. Pemerintah berkomitmen memberikan ruang dan fasilitas bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) serta lulusan baru agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Wamenaker menyatakan kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini memberikan dampak nyata bagi Indonesia, sehingga harus disikapi secara hati-hati oleh pemerintah pusat dan daerah.
“Ya memang kondisi geopolitik dan geoekonomi yang terjadi di dunia ini memang berdampak juga terhadap Indonesia. Karena itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah betul-betul harus mewaspadai kondisi ini. Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan tentunya menyikapinya dengan sangat hati-hati. Kami juga memberikan kesempatan kepada teman-teman yang terkena PHK untuk mendapatkan pelatihan,” ujar Afriansyah, dikutip Rabu, 29 Juli 2026.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah memperluas pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah. Program tersebut diprioritaskan bagi pekerja yang terkena PHK agar memiliki keterampilan baru sesuai kebutuhan industri.

Pemerintah menyiapkan 50.000 slot pelatihan yang diharapkan dapat membantu peserta beralih ke bidang pekerjaan lain. Selain bagi korban PHK, Kementerian Ketenagakerjaan juga membuka 220.000 kuota pelatihan bagi lulusan SMA dan SMK di seluruh Indonesia.
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) guna meningkatkan kesiapan lulusan baru memasuki dunia kerja.
Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan juga terus mendorong penciptaan lapangan kerja baru melalui pengembangan green jobs, sektor ekonomi digital, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).









