TVRINews, Yogyakarta
Batik dengan panjang sekitar 8,1 meter bertema “Merajut dan Membangun Kebhinekaan Indonesia” menjadi kado spesial dari Sembung Batik asal Gulurejo, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, di Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Batik raksasa ini dibuat sekitar satu bulan dengan melibatkan puluhan pekerja dan biaya mencapai delapan juta rupiah.
Meski memiliki ukuran yang tidak biasa, proses pembuatan batik ini tetap menggunakan tahapan seperti batik pada umumnya, mulai dari pembuatan motif, pembuatan pola, hingga proses pembatikan.

Melalui karya batik cantik yang memiliki ornamen Garuda Emas ini, Sembung Batik ingin menyampaikan pesan bahwa semangat kemerdekaan tak hanya dirayakan dengan upacara dan perlombaan, namun juga dapat diwujudkan melalui karya dan pelestarian budaya.
Pengrajin Sembung Batik, Bayu Permadi, mengatakan karya tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menyampaikan pesan persatuan, kemakmuran, dan kemajuan Indonesia melalui warisan budaya batik.
“Ini kita wujudkan karya dari Sembung Batik. Kita ingin Indonesia itu bersatu, Indonesia makmur, dan Indonesia maju. Dan dari itu, kita setiap tahun pasti ada kado spesial. Apa pun situasi yang ada saat ini, kita akan kemas dalam sebuah karya warisan budaya, yaitu sebuah batik,” kata Bayu, Selasa, 18 Agustus 2026.
Bagi Sembung Batik, karya ini bukan sekadar karya seni, namun menjadi pesan untuk terus menjaga persatuan di tengah perbedaan yang ada.
Batik raksasa tersebut juga menjadi simbol harapan agar Indonesia terus bersatu, berdaulat, makmur, dan melangkah maju dengan selalu menjaga kebhinekaan.










