TVRINews - Yogyakarta
Olahraga berkuda tidak hanya menjadi cabang olahraga prestasi, tetapi juga sarana edukasi, kebugaran, dan pembentukan karakter. Pucuk Matahari Stable di Yogyakarta mengembangkan olahraga berkuda secara inklusif dengan menekankan hubungan harmonis antara penunggang dan kuda.
Dalam olahraga equestrian, kuda berperan sebagai mitra sehingga keberhasilan penunggang tidak hanya ditentukan kemampuan fisik. Kedekatan emosional atau chemistry antara penunggang dan kuda menjadi salah satu faktor penting.
Komunikasi nonverbal menjadi dasar dalam olahraga berkuda karena kuda memiliki insting yang peka terhadap kondisi emosional penunggang. Pelatih membimbing peserta mengendalikan emosi, membangun rasa percaya diri, dan menumbuhkan kepercayaan terhadap kuda.
Pelatih Pucuk Matahari Stable, Asep, mengatakan tantangan terbesar peserta pemula adalah mengatasi rasa takut saat pertama kali menunggang kuda.

"Kendala yang biasa dihadapi oleh pemula yaitu rasa takut untuk awalnya, tapi kita tidak apa-apa kita juga handle hal seperti itu dan kita juga tidak membahayakan mereka, jadi basic dari awal itu safety, kemudian rasa aman, baru kita ke tahap selanjutnya," ujar Asep.
Pembentukan kuda atlet juga memerlukan proses latihan yang panjang sejak usia sekitar tiga tahun. Latihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan perlengkapan hingga penunggangan selama kurang lebih satu tahun.
Olahraga berkuda memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental penunggang. Aktivitas ini membantu memperkuat otot inti, memperbaiki postur tubuh, meningkatkan keseimbangan, serta koordinasi motorik.
Interaksi dengan kuda juga membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kemampuan mengendalikan emosi. Kedisiplinan dan konsentrasi selama berkuda turut membentuk rasa percaya diri serta empati penunggang.
Pucuk Matahari Stable menyediakan program pelatihan bagi anak-anak hingga orang dewasa. Tempat tersebut juga membuka layanan fun ride bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman berkuda dengan aman.










